MARKET DATA

Iran Buka Negosiasi Baru Akhiri Perang dengan AS, Ini yang Bikin Buntu

Tim Redaksi,  CNBC Indonesia
17 May 2026 06:30
(FILES) Iranian Foreign Minister Abbas Araghchi attends a joint press conference with his Iraqi counterpart Fuad Hussein in Tehran on January 18, 2026. Iranian Foreign Minister Abbas Araghchi arrived in Beijing on May 6, 2026 ahead of scheduled talks
Foto: AFP/ATTA KENARE

Jakarta, CNBC Indonesia - Lebanon menyambut baik kesepakatan dengan Israel untuk memperpanjang gencatan senjata selama 45 hari setelah batas waktu yang berakhir pada Minggu (17/5/2026). Hal ini menyusul pembicaraan di Amerika Serikat (AS), meskipun pasukan Israel terus melancarkan serangan terhadap kota-kota dan desa-desa di Lebanon selatan.

Setidaknya 12 orang tewas pada hari Jumat, termasuk tiga petugas paramedis, menurut pihak berwenang Lebanon.

Mengutip Aljazeera, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan selama pertemuan BRICS bahwa Teheran telah menerima komunikasi dari pemerintahan Presiden AS Donald Trump yang menunjukkan keterbukaan terhadap negosiasi baru yang bertujuan mengakhiri perang.

Namun, Araghchi mengatakan "kebuntuan" tetap ada terkait masalah bahan nuklir yang diperkaya Iran.

Trump juga menyarankan bahwa ia mungkin bersedia menerima penundaan program nuklir sipil Iran selama dua dekade, asalkan Teheran menunjukkan apa yang ia gambarkan sebagai komitmen sejati terhadap kesepakatan yang lebih luas.

(pgr/pgr) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article 15 Jam Negosiasi AS & Iran di Pakistan, Ini Hasilnya


Most Popular
Features