Ribuan pendukung aktivis sayap kanan Tommy Robinson berkumpul di pusat kota London pada Sabtu (16/5/2026) untuk mengikuti pawai bertajuk “United the Kingdom”. Aksi tersebut berlangsung di tengah pengamanan besar-besaran dari kepolisian Inggris guna mencegah potensi bentrokan dan gangguan keamanan. (REUTERS/Hannah McKay)
Unjuk rasa itu terjadi dipicu oleh Stephen Yaxley-Lennon, yang lebih dikenal dengan nama samaran Tommy Robinson. Massa diperkirakan datang dari berbagai wilayah di Inggris untuk menghadiri aksi yang dipusatkan di ibu kota tersebut. (REUTERS/Hannah McKay)
Sejumlah pendukung yang menuju lokasi pawai mengaku datang untuk menunjukkan solidaritas dan berkumpul bersama orang-orang yang memiliki pandangan serupa. Mereka juga menyampaikan dukungan serta pujian terhadap Robinson selama perjalanan menuju lokasi aksi. (REUTERS/Hannah McKay)
Di sisi lain, polisi London sebelumnya telah memperingatkan kemungkinan terjadinya gangguan serius karena pada waktu yang sama juga berlangsung aksi pro-Palestina di lokasi berbeda. Kepolisian menyebut operasi pengamanan kali ini sebagai langkah yang “belum pernah terjadi sebelumnya” untuk menjaga situasi tetap kondusif. (REUTERS/Hannah McKay)
Sekitar 4.000 petugas dikerahkan dalam operasi tersebut dengan dukungan helikopter, unit anjing pelacak, serta kendaraan polisi bersenjata yang disiagakan sebagai cadangan. Tommy Robinson sendiri dikenal sebagai pendiri English Defence League dan kerap menjadi sorotan setelah dituduh memicu kerusuhan anti-imigran serta anti-Muslim di sejumlah wilayah Inggris. (REUTERS/Hannah McKay)