MARKET DATA

Sukses Ekspor Pupuk ke Australia, RI Juga Bidik Negara-Negara Ini

Firda,  CNBC Indonesia
14 May 2026 20:45
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman melepas ekspor 47.250 ton pupuk urea produksi PT Pupuk Indonesia melalui PT Pupuk Kalimantan Timur di Pelabuhan Bontang, Kalimantan Timur, Rabu (14/5/2026). (Dok. Kementan)
Foto: Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman melepas ekspor 47.250 ton pupuk urea produksi PT Pupuk Indonesia melalui PT Pupuk Kalimantan Timur di Pelabuhan Bontang, Kalimantan Timur, Rabu (14/5/2026). (Dok. Kementan)

Jakarta, CNBC Indonesia - Selain Australia, pemerintah saat ini tengah membidik ekspansi pasar pupuk ke sejumlah negara lainnya seperti India, Filipina, Brasil, dan Bangladesh. Minat negara-negara tersebut muncul seiring dengan peningkatan daya saing dan efisiensi produksi pabrik pupuk di dalam negeri yang mampu menghasilkan produk berkualitas tinggi.

"Selain itu dubes India sudah menghubungi saya langsung meminta 500.000 ton dan beberapa negara lain juga berminat meminta yaitu Filipina, Brazil, Bangladesh dan ada beberapa negara lagi tadi kami menerima laporan negara yang berminat pupuk urea dari Indonesia," kata Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman Kamis (14/5/2026).

Peningkatan kapasitas ekspor itu didorong oleh kebijakan revitalisasi industri pupuk nasional melalui tujuh proyek strategis dengan nilai investasi mencapai Rp 72,84 triliun. Penggantian pabrik lama dengan teknologi baru yang lebih efisien dilaporkan mampu menekan biaya produksi hingga 26% sekaligus mengurangi konsumsi energi fosil secara signifikan.

"Di saat ada geopolitik dunia memanas, Indonesia Alhamdulilah harga pupuknya turun 20 persen. Pupuk subsidi untuk petani Indonesia. Kemudian volume pupuk bertambah. Inilah kebahagiaan 160 juta petani Indonesia," tutur Amran.

Melalui reformasi mekanisme subsidi dan deregulasi 145 aturan, pemerintah memproyeksikan penghematan anggaran subsidi pupuk hingga Rp 112 triliun sampai tahun 2035. Amran menegaskan bahwa surplus produksi ini dipastikan tidak mengganggu stok dalam negeri, karena prioritas utama pemerintah tetap menjamin ketersediaan pupuk bagi petani domestik guna mengejar target swasembada pangan.

"Pupuk bukan hanya soal produksi dan distribusi. Pupuk adalah instrumen strategis menuju kedaulatan pangan nasional," tandasnya.

Ekspor Rp 7 Triliun

PT Pupuk Indonesia (Persero) melalui anak usahanya PT Pupuk Kalimantan Timur resmi memulai ekspor pupuk urea ke Australia dengan nilai total mencapai Rp 7 triliun. Capaian ini menjadi tonggak sejarah baru dalam penguatan posisi Indonesia di pasar energi dan agroindustri global sekaligus membuktikan kemampuan surplus produksi pupuk nasional.

Mentan meninjau langsung pelepasan ekspor perdana tersebut di Pelabuhan Bontang, Kalimantan Timur. Dia menjelaskan bahwa pengiriman ini dilakukan melalui skema kerja sama antar pemerintah (government-to-government) untuk memperkuat kedaulatan ekonomi kedua negara di tengah ketidakpastian geopolitik global.

"Rencana kita akan ekspor 250.000 ton ke Australia dan kemudian ditingkatkan hingga 500.000 ton," ujarnya dalam keterangan resmi, Kamis (14/5/2026).

Pada tahap awal, volume urea yang dikirimkan mencapai 47.250 ton dengan nilai sekitar Rp 600 miliar. Keberhasilan menembus pasar Australia tersebut dinilai sebagai hasil dari pembenahan tata kelola industri pupuk nasional yang dilakukan secara masif dari sektor hulu hingga ke hilir.

"Kami sekali lagi atas nama pemerintah mengucapkan terima kasih kepada Pupuk Indonesia atas kerja kerasnya dan capaianya," kata Amran.

(hoi/hoi) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Pemerintah Sasar Ekspor Pupuk ke India, Filipina, Brazil & Bangladesh


Most Popular
Features