MARKET DATA

Buka-Bukaan, Alexandra Askandar Bicara Soal Perempuan di Korporasi

Elga Nurmutia,  CNBC Indonesia
29 April 2026 21:36
Wakil Direktur Utama BNI, Alexandra Askandar menyampaikan sambutan dalam acara BNI Emerald Market Outlook 2025 di Jakarta, Senin (1/12/2025). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)
Foto: Wakil Direktur Utama BNI, Alexandra Askandar menyampaikan sambutan dalam acara BNI Emerald Market Outlook 2025 di Jakarta, Senin (1/12/2025). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Peran perempuan di ruang publik sudah semakin meningkat. Bahkan, saat ini banyak perusahaan yang mempercayakan posisi pimpinan kepada kaum hawa.

Salah satu contohnya Alexandra Askandar yang sudah lama malang melintang di sektor perbankan Tanah Air. Perempuan yang satu ini kini tengah mengemban amanah sebagai Wakil Direktur Utama PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI). Posisi ini didapatkannya sejak Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 26 Maret 2025 lalu.

Sebelumnya, Alexandra pernah menduduki posisi sebagai Wakil Direktur Utama PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI). Selain itu, berbagai posisi lain di Bank Mandiri juga pernah dijabat oleh Alexandra. Di antaranya adalah Senior Executive Vice President Corporate Banking, Direktur Hubungan Kelembagaan, hingga Direktur Corporate Banking.

Di bidang pendidikan, perempuan kelahiran 1972 ini memperoleh gelar Sarjana (S1) Ekonomi dari Universitas Indonesia dan Magister (S2) Finance, Boston University, Amerika Serikat.

Selama berkarir di industri perbankan, Alexandra mengaku kerap kali perempuan dihadapkan dengan pilihan antara keluarga dan karir. Menurutnya, kedua peran tersebut dapat dijalankan secara bersaaman.

"Saya merasakan karir dan keluarga bukan pilihan. Nggak usah milih. Kita bisa menjalankan dua-duanya dan bisa berjalan beriringan dengan baik dan sempurna," ujar dia beberapa waktu lalu, dikutip Rabu (29/4/2026).

Di samping itu, Alexandra menyadari bahwa dalam perjalanan kariernya pasti ada banyak kendala yang dihadapi dan teorinya pun tidak mudah diterapkan. Terlebih lagi, kaum hawa harus berkompetisi dengan para laki-laki dalam dunia profesional yang selalu dipersepsikan lebih baik.

"Ini challenge tersendiri, balik lagi pada kita masing-masing," ungkapnya.

Meski begitu, Alexandra menyatakan, saat ini peran perempuan dalam berkarir di level korporasi semakin diperhitungkan. Alhasil, banyak perusahaan yang dipimpin oleh kaum perempuan.

Sama halnya dengan BNI yang juga terus berkomitmen mendorong kesetaraan gender melalui berbagai kebijakan inklusif di lingkungan kerja serta program pemberdayaan yang berdampak bagi masyarakat. Langkah ini ditempuh sebagai bagian dari implementasi semangat Kartini yang diusung perusahaan dalam mendukung peran perempuan sebagai penggerak ekonomi nasional.

Alexandra bilang, BNI turut menghadirkan kebijakan yang memberikan kesempatan setara bagi seluruh pegawai tanpa memandang gender. Untuk itu, BNI meyakini bahwa perempuan memiliki peran strategis dalam mendorong pertumbuhan perusahaan dan memberikan kontribusi terhadap pembangunan ekonomi nasional.

"Oleh karena itu, BNI terus berupaya menghadirkan kebijakan yang mendukung kesetaraan serta mendorong perempuan untuk berkembang dan berkontribusi secara optimal," terang Alexandra.

Dari sisi lingkungan internal, BNI telah menerapkan sejumlah kebijakan yang mampu mendukung keseimbangan kerja dan kehidupan pribadi perempuan, seperti cuti haid, cuti melahirkan, fasilitas daycare, hingga penyediaan ruang menyusui di kantor. Di samping itu, BNI juga menghadirkan Employee Assistance Program (EAP) guna mendukung kesehatan fisik, mental, dan finansial pegawai, serta menerapkan skema kerja fleksibel.

Lebih dari itu, BNI juga memperkuat peran perempuan melalui pembentukan Srikandi BNI sebagai wadah strategis pengembangan kepemimpinan perempuan. Inisiatif ini ditujukan untuk mendorong kolaborasi, kreativitas, serta peningkatan kapabilitas pegawai perempuan, sekaligus memperluas peluang mereka menduduki posisi kepemimpinan di berbagai lini organisasi.

Lantas, Alexandra menegaskan, peningkatan peran perempuan di dunia kerja tidak hanya berdampak pada individu, melainkan juga berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi secara luas. Berbagai studi menunjukkan bahwa perusahaan dengan kepemimpinan yang beragam cenderung memiliki kinerja lebih baik, inovatif, serta mampu mengambil keputusan yang lebih komprehensif.

Para karyawan perempuan yang tergabung dalam Srikandi BNI juga diarahkan untuk memberikan dampak yang lebih luas melalui kegiatan sosial dan pemberdayaan perempuan di masyarakat. Program yang disiapkan BNI mencakup peningkatan kapasitas generasi muda, dukungan terhadap kesehatan perempuan, serta penguatan kemandirian ekonomi perempuan di berbagai daerah.

"Berbagai inisiatif tersebut menjadi bagian dari upaya BNI dalam membawa semangat Kartini yang tidak hanya berhenti di lingkungan kerja, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi masyarakat," ungkapnya.

Melalui pendekatan yang terintegrasi antara kebijakan internal dan program sosial, BNI menempatkan pemberdayaan perempuan sebagai bagian dari strategi keberlanjutan perusahaan. Langkah ini diharapkan tidak hanya memperkuat daya saing organisasi, tetapi juga memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan di Indonesia.

(dpu/dpu) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Masuk Top 100 Pemimpin Bisnis Perempuan, Ini Harapan Co-Founder Pluang


Most Popular
Features