MARKET DATA

RI Punya Gas Pengganti LPG, Bagaimana Aspek Keselamatannya?

Verda Nano Setiawan,  CNBC Indonesia
13 May 2026 18:50
Karyawan melakukan pengecekan tabung Gaslink disalah satu rumah makan di Jakarta, Selasa (14/12/2021). PT Gagas Energi Indonesia (Gagas) memperkenalkan kembali Gaslink C-Cyl dengan kemasan yang lebih fresh, Gaslink C-cyl adalah Compressed Natural Gas
Foto: Gaslink (CNBC Indonesia/ Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah tengah mengkaji pengembangan Compressed Natural Gas (CNG) ukuran 3 kilogram sebagai alternatif pengganti Liquefied Petroleum Gas (LPG) subsidi. Adapun, saat ini pemerintah masih melakukan pendalaman terhadap berbagai aspek, terutama terkait keselamatan penggunaan CNG.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian ESDM Laode Sulaeman mengatakan bahwa kajian tersebut melibatkan lintas Kementerian.

"Jadi seperti yang Pak Menteri umumkan, kita sekarang sedang menganalisis berbagai aspek. Salah satu aspek penting adalah aspek keselamatan," ujar Laode di Kementerian ESDM, Rabu (13/5/2026).

Menurut dia, kajian tersebut tidak hanya dilakukan oleh Kementerian ESDM melainkan juga melibatkan Kementerian Perindustrian, Kementerian Ketenagakerjaan, hingga Badan Standardisasi Nasional (BSN) yang berwenang menerbitkan standar teknis.

"Nah, aspek keselamatannya ini bukan hanya dari Kementerian ESDM, tapi juga ada dari Kementerian Perindustrian, Kementerian Ketenagakerjaan, sama BSN ya yang menerbitkan standarnya. Ini semua kita sedang konsolidasikan semua agar aspek ini bisa kita handle," ujarnya.

Sebagaimana diketahui, pemerintah membuka opsi penggunaan CNG 3 kilogram sebagai substitusi LPG subsidi guna mengurangi ketergantungan impor LPG sekaligus memanfaatkan gas bumi domestik.

Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan pemerintah tetap akan memberikan subsidi energi kepada masyarakat apabila menggunakan CNG sebagai alternatif pengganti LPG.

Menurut Bahlil, kebijakan tersebut sejalan dengan arahan Presiden agar program energi nasional tetap berpihak kepada masyarakat yang membutuhkan.

"Arahan Bapak Presiden, baik itu CNG maupun LPG akan selalu mengedepankan untuk membantu rakyat yang memang harus kita bantu. Dengan demikian, subsidi saya pastikan masih menjadi yang harus dilakukan untuk rakyat, ya," ujar Bahlil usai pelantikan di Kementerian ESDM, Rabu (6/5/2026).

Di samping itu, Bahlil mengatakan, pemerintah juga tengah mengupayakan agar harga jual CNG nantinya bisa setara dengan harga LPG 3 kg yang saat ini digunakan oleh masyarakat.

Pengertian dan Spesifikasi CNG

Bila mengacu pada definisi dari Peraturan Presiden No. 64 Tahun 2012 tentang Penyediaan, Pendistribusian, dan Penetapan Harga Bahan Bakar Gas Untuk Transportasi Jalan, CNG merupakan gas yang bersumber dari gas bumi dengan unsur metana (C1).

Gas tersebut dimampatkan dan disimpan dalam tabung bertekanan khusus agar lebih mudah diangkut dan disimpan, serta digunakan sebagai bahan bakar kendaraan.

Melansir laman resmi PT PGN (PGAS), gas alam itu sendiri terdiri dari campuran unsur seperti hidrokarbon yang terdiri dari metana (C1), etana (C2), propana (C3), dan butana (C4). CNG sendiri terdiri dari 95% kadar metana.

Saking beragamnya unsur gas alam, pengolahan dan pemanfaatannya pun berbeda-beda. Gas alam bisa diolah menjadi LPG, jadi Liquefied Natural Gas (LNG), termasuk pula menjadi CNG.

Memahami perihal CNG juga kerapkali disertai dengan pemahaman terhadap LPG dan Liquefied Natural Gas (LNG). Namun tentunya perlu dicatat bahwa CNG, LPG, dan LNG adalah tiga hal yang berbeda.

Perbedaan utama antara CNG, LPG, dan LNG terletak pada keadaan fisiknya dan tekanan penyimpanannya. CNG disimpan dalam bentuk gas pada tekanan tinggi, sementara LPG dalam bentuk cair pada tekanan dan suhu moderat. LNG, di sisi lain, diangkut dalam bentuk cair pada suhu sangat rendah.

(pgr/pgr) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Pengganti LPG Bakal Beredar Tahun Ini, Daerah Ini Akan Nikmati Duluan


Most Popular
Features