MARKET DATA

Prabowo Ungkap Keluhan Pengusaha: Mau Investasi Tunggu Izin 1-2 Tahun!

Emir Yanwardhana,  CNBC Indonesia
13 May 2026 15:17
Foto: Presiden Prabowo Subianto saat menghadiri seremoni penyerahan denda administratif dan penyelamatan keuangan negara serta penguasaan kembali kawasan hutan yang digelar di kompleks Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan, Rabu (13/5/2026). (CNBC Indones
Foto: Presiden Prabowo Subianto saat menghadiri seremoni penyerahan denda administratif dan penyelamatan keuangan negara serta penguasaan kembali kawasan hutan yang digelar di kompleks Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan, Rabu (13/5/2026). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Prabowo Subianto meminta kepada jajaran kementerian/lembaga untuk mempermudah perizinan investasi. Permintaan itu disampaikan Prabowo saat menghadiri seremoni penyerahan denda administratif dan penyelamatan keuangan negara serta penguasaan kembali kawasan hutan yang digelar di kompleks Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan, Rabu (13/5/2026).



"Semua pejabat dari semua K/L, cari jalan untuk perbaiki sistem. Kurangi ketidakefisiensi. Permudah perizinan, jangan persulit," ujarnya.

"Pengusaha-pengusaha juga mengeluh mereka mau bekerja dan mereka mau investasi tapi kadang nunggu izin itu satu tahun, dua tahun, sedangkan di negara lain dua minggu," lanjutnya.

Prabowo menekankan kalau pemerintah harus mengacu kepada negara tetangga.

"Kalau mereka bisa keluarkan izin dalam dua minggu, kenapa kita dua tahun. Regulasi sederhanakan. Kecenderungan regulasi adalah inisiatif dari birokrat-birokrat untuk terus terang saja saya sampaikan untuk cari peluang. Ada yang nanti minta kickback, minta uang, supaya izinnya dipercepat keluar. Sudah kita sederhanakan, ada K/L yang bikin lagi permen, pertek," katanya.

Dalam kesempatan itu, Prabowo meminta kepada Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi untuk mengumpulkan pakar dalam rangka mempercepat deregulasi.

"Sederhanakan. Jangan persulit. Para pengusaha harus dibantu, harus didukung. Yang nakal kita tertibkan, tapi yang baik, yang benar-benar mau bekerja ya harus dibantu," ujar Prabowo.

"Banyak investor dari luar negeri juga mengeluh di Indonesia sering perizinannya lama sekali dan banyak sekali. Perizinan kadang-kadang ada yang gak masuk akal," lanjutnya.

Lebih lanjut, Prabowo mengaku memonitor masalah impor gas untuk rumah sakit.

"Dipersoalkan ini, itu, ini, itu, akhirnya suplai gas kita sangat tipis untuk rumah sakit. Hanya soal izin-izin," katanya.

(miq/miq) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Gegara Masalah Ormas-Perizinan, RI Terancam Gagal Dapat Durian Runtuh


Most Popular
Features