BI Bilang Rupiah Peringkat 2 Paling Aman & Sulit Dipalsukan di Dunia
Jakarta, CNBC Indonesia - Bank Indonesia (BI) mengklaim penurunan rasio peredaran uang palsu di Indonesia hingga mendekati 1 piece per million (ppm) atau berarti setiap 1 juta lembar uang rupiah ditemukan 1 uang palsu disebabkan oleh penerapan teknologi yang canggih di dalam mata uang Garuda.
Deputi Gubernur BI Ricky P. Gozali mengatakan pengembangan teknologi di dalam rupiah ini membuat mata uang Indonesia sulit dipalsukan
"Itu luar biasa. Ini tidak lepas dari sinergi yang erat dan penguatan dari sisi teknologi sehingga mudah dikenali dan sulit dipalsukan," kata Ricky dalam Konferensi Pers Pemusnahan Rupiah Palsu Hasil Klarifikasi Bank Indonesia, Rabu (13/5/2026).
Bahkan, Ricky menuturkan kualitas rupiah sudah diakui dunia, terbukti dari penghargaan bagi rupiah pecahan Rp 50.000 tahun emisi 2022 sebagai seri uang terbaik pada IACA currency award 2023. Kemudian, rupiah juga menjadi mata uang paling aman dan sulit dipalsukan di dunia dari sisi pengamanan.
"Penghargaan uang pecahan 50.000 emisi 2022 pada November 2024 meraih peringkat dua dunia pecahan paling aman dan sulit dipalsukan terdiri dari 17 unsur pengamanan canggih," ujar Ricky.
Sejalan dengan perkembangan ini, berdasarkan penelitian kami, kualitas uang palsu saat ini sangat rendah sehingga bisa dan mudah diidentifikasi masyarakat lewat 3D. Di sisi lain, peran masyarakat juga semakin vital dalam memberantas uang palsu sehingga BI terus mengampanyekan gerakan cinta, paham dan bangga rupiah.
Ricky pun menambahkan BI juga mengimbau masyarakat senantiasa merawat uang rupiah dengan baik dengan menerapkan '5 jangan', yakni jangan dilipat, jangan dicoret, jangan distaples, jangan diremas, dan jangan dibasahi.
Dari catatan CNBC Indonesia, Uang Rupiah Tahun Emisi (TE) 2022 yang terdiri dari 7 pecahan yaitu pecahan Rp100.000, Rp50.000, Rp20.000, Rp10.000, Rp 5.000, Rp2.000, dan Rp1.000 telah dinobatkan oleh International Association of Currency Affairs (IACA) sebagai best new banknote series pada Currency Award ke-17 tahun 2023 di Meksiko (16/5/2023).
Sebelumnya, uang Rupiah bersanding dengan 4 (empat) finalis lainnya yaitu Bank Sentral Costa Rica, Bank Sentral Meksiko, Bank Sentral Filipina, dan Bank Sentral Bahamas.
Unsur penilaian pemenang ditentukan melalui kriteria yang mencakup inovasi dan keunikan fitur keamanan, integrasi unsur sejarah dengan konten lokal yang berkaitan dengan negara penerbit, efektivitas dari integrasi fitur keamanan, dan estetika tampilan serta desain uang kertas.
Capaian pada posisi tertinggi dari uang Rupiah TE 2022 dalam penghargaan tingkat dunia tersebut merupakan salah satu bentuk afirmasi dunia internasional atas kualitas uang Rupiah Indonesia. Kesuksesan ini merupakan kelanjutan dari pencapaian sebelumnya yang diraih oleh Uang Peringatan kemerdekaan 75 Tahun Republik Indonesia pecahan Rp75.000 sebagai finalis best commemorative pada Currency Award tahun 2022.
IACA Curency Awards merupakan penghargaan yang diberikan terhadap pencapaian atas perkembangan dan inovasi di sektor pembayaran tunai yang diikuti oleh 29 negara pada tahun 2023.
(haa/haa) Addsource on Google [Gambas:Video CNBC]