MARKET DATA

Daftar Program Prabowo di 2027: Mobnas, Gentengisasi & Giant Sea Wall

Robertus Andrianto,  CNBC Indonesia
11 May 2026 09:20
Menteri PPN/Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy dalam rapat konsultasi dengan Pimpinan Komisi DPR RI di Komplek Parlemen, Jakarta, Senin (9/2/2026). (Tangkapan Layar Youtube/TVR Parlemen)
Foto: Menteri PPN/Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy dalam rapat konsultasi dengan Pimpinan Komisi DPR RI di Komplek Parlemen, Jakarta, Senin (9/2/2026). (Tangkapan Layar Youtube/TVR Parlemen)

Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian PPN/Bappenas memulai proses penyusunan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Tahun 2027 sebagai acuan bagi kementerian/lembaga/daerah dalam menyusun program pembangunan, sekaligus menjadi dasar penyusunan RAPBN Tahun 2027.

Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy menegaskan bahwa pembangunan harus bertumpu pada perencanaan dan penganggaran yang sistematis, terukur, dan terintegrasi.

"Dalam pembangunan, pertumbuhan ekonomi bukanlah tujuan akhir, namun merupakan alat untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Oleh karena itu, pertumbuhan harus inklusif, dan berkelanjutan," jelas Menteri Rachmat Pambudy saat membuka Kick Off Meeting Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional (Musrenbangnas) Tahun 2026 secara daring, dikutip Senin (11/5/2026).

RKP Tahun 2027 mengusung tema "Akselerasi Pertumbuhan Berkualitas melalui Produktivitas, Investasi, dan Industri".

Dalam kesempatan terpisah, Rachmat Pambudy menjelaskan pemerintah menetapkan target pertumbuhan 7,5% pada tahun depan. Target ini akan direalisasikan ke dalam 8 klaster Program Kerja Prioritas Nasional (PKPN) diiringi dengan dukungan seluruh daerah.

"Bahwa kita perlu tumbuh dan pertumbuhan ini tidak hanya di Jakarta tapi tumbuh di setiap daerah dan dalam catatan kami, pertumbuhan nasional 5,9% sampai 7,5% tidak bisa dicapai tanpa dukungan daerah," kata Rachmatnya dalam Rakorbangpus 2026.

Rachmat memastikan, seluruh program prioritas itu akan dilaksanakan sepanjang 2027 di dalam tiga tema besar fokus pemerintah, yakni mendorong produktivitas, investasi, serta industri. Serta dibagi sesuai dengan keunggulan setiap daerah yang tersebar di wilayah NKRI.

Ia juga menekankan, pembiayaan program prioritas tidak hanya dipenuhi melalui APBN, tetapi melibatkan pembiayaan non-APBN dengan sinergi seluruh pemangku kepentingan.

"Justru pembiayaan non APBN termasuk investasi Danantara juga harus kita dorong secara aktif agar kapasitas pembangunan kita tidak terbatas pada fiskal semata," ucap Rachmat.

Adapun detail dari program Presiden Prabowo pada 2027 sebagai berikut:

1. KEDAULATAN PANGAN

- 5.000 Kampung Nelayan Merah Putih

- 4.582 Kapal Ikan Modern

- 40.000 Lokasi Budidaya Ikan Darat Tematik

- Revitalisasi Tambak Nila Salin 14.090 Ha di Pantura

- Modeling dan Replikasi 2.000 Ha Tambak Udang Terintegrasi

- 2.000 Ha Kawasan Sentra Industri Garam Nasional

- Pengembangan Kawasan Pangan Terintegrasi

- Pengembangan Kawasan Perkebunan (Sawit, Tebu, Kakao, Kelapa, Kopi, Jambu Mete, Rempah)

- Peningkatan Produksi Daging, Susu, dan Telur

2. KEMANDIRIAN ENERGI DAN AIR

- Mandatori Biodiesel 50 (B50)

- Mandatori Bioetanol 20 (E20)

- Program Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) 100 GW

- Implementasi Standar Kinerja Energi Minimum (SKEM)

- Konversi 6 Juta Unit Motor BBM ke Motor Listrik

- Pembangunan Jaringan Gas Kota (Jargas) untuk 1 Juta Sambungan Rumah (SR)

- Peningkatan Lifting Minyak dan Gas Bumi

- 10 Small Scale Green Modular Refinery and 6 Storage (Deployable Mass Model)

- Eksplorasi 10 Blok Migas Baru

- Elektrifikasi 10.000 Desa

- Pengelolaan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL)

- PLTA Skala Besar Terintegrasi

- Kompor Listrik untuk 2-5 Juta Rumah Tangga

- Optimalisasi 45.000 Sumur Minyak Masyarakat

- Optimalisasi Lifting di 13.824 Sumur Tua

Swasembada Air

3. PENDIDIKAN

- Makan Bergizi Gratis Anak Sekolah

- Revitalisasi Sarana dan Prasarana Sekolah/Madrasah

- Bantuan Perlengkapan Sekolah

500 Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT)

- Studio Guru

- Digitalisasi Pendidikan (2 Jut Papan Interaktif Digital)

- 20 Sekolah Garuda Baru, 80-Sekolah Garuda Transformasi

- 514 Sekolah Rakyat

- 10 Universitas Baru: Medical University berbasis STEMM

- 500.000 Lulusan SMK Go Global

- Akademi Olahraga Nasional dan Pusat Pelatihan Nasiona

- Peningkatan Kesejahteraan Guru, Transfer Langsung Tunjangan

- Pelindungan Anak di Ruang Digital melalui PP TUNAS

4. KESEHATAN

- Makan Bergizi Gratis Ibu Hamil Ibu Menyusui, dan Balita

- 86 Rumah Sakit Upgrade

- Pemeriksaan Kesehatan Gratis

- Penuntasan Tuberkulosis

5. HILIRISASI DAN INDUSTRIALISASI

- Hilirisasi Industri Strategis (18 Proyek)

- Mobil Nasional

- Motor Nasional

- Ekosistem Industri Kedirgantaraan

Pengembangan Industri Semikonduktor

6. INFRASTRUKTUR, PERUMAHAN DAN KETAHANAN BENCANA

- Giant Sea Wall

- Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pasca Bencana Sumatera

- Gerakan ASRI (Gentengisasi, Pengendalian Sampah, Penghijauan)

- 3 Juta Rumah: 1 Juta Rumah Baru & 2 Juta Renovasi Rumah

- Pengembangan Jaringan Kereta Api Nasional

7. ΕΚΟΝΟΜΙ KERAKYATAN DAN DESA

- 80.000 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih

- Percepatan Pembangunan Daerah 3T

8. PENURUNAN KEMISKINAN

- PRO-KESRA Bantuan Sosial Terintegrasi

- PRO-KESRA untuk 10 Juta Penduduk Berusaha dan Bekerja

(arj/haa) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Tegas! Prabowo Mau Pertamina Jadi National Champion Kebanggaan Bangsa


Most Popular
Features