Putin Mendadak Sebut Perang Ukraina Segera Berakhir Setelah 4 Tahun
Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan konflik Rusia-Ukraina "akan segera berakhir". Klaim ini ia sampaikan saat berbicara kepada wartawan usai parade Hari Kemenangan di Moskow pada Sabtu (9/5/2026) waktu setempat.
"Saya pikir masalah ini akan segera berakhir," kata Putin, merujuk pada apa yang disebut Kremlin sebagai "operasi militer khusus" di Ukraina, seperti dikutip BBC International, Minggu (10/5/2026).
Pernyataan itu disampaikan di tengah parade militer Rusia yang berlangsung lebih sederhana dibanding tahun-tahun sebelumnya. Untuk pertama kalinya dalam hampir dua dekade, parade di Lapangan Merah tidak menampilkan tank maupun rudal berat seperti biasanya.
Langkah tersebut dilakukan di tengah kekhawatiran keamanan setelah otoritas Rusia mewaspadai potensi serangan drone Ukraina ke pusat Moskow.
Parade tetap berlangsung tanpa insiden setelah adanya gencatan senjata dadakan antara Moskow dan Kyiv yang dimediasi Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.
Beberapa jam sebelum konferensi pers, Putin menggunakan pidato Hari Kemenangan untuk kembali membela invasi Rusia ke Ukraina. Ia menyebut Rusia sedang menjalani perang yang "adil" dan menuding Ukraina sebagai "kekuatan agresif" yang dipersenjatai serta didukung penuh oleh blok NATO.
"Mereka (Barat) menjanjikan bantuan dan kemudian mulai memicu konfrontasi dengan Rusia yang berlanjut hingga hari ini," ujar Putin. "Saya pikir masalah ini akan segera berakhir, tetapi ini adalah masalah serius."
Rusia merebut Krimea dan sebagian wilayah Ukraina timur pada 2014 sebelum melancarkan invasi skala penuh ke Ukraina pada Februari 2022.
Putin juga mengatakan dirinya hanya akan bertemu Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky jika sudah ada kesepakatan damai permanen.
"Pertemuan di negara ketiga juga dimungkinkan, tetapi hanya setelah kesepakatan akhir tercapai mengenai perjanjian perdamaian untuk perspektif sejarah jangka panjang," katanya.
Ia mengaku mendengar bahwa Zelensky siap menggelar pertemuan langsung, namun menegaskan pernyataan serupa "sudah pernah didengar sebelumnya".
Selain itu, Putin menyatakan kesiapan Rusia untuk membahas arsitektur keamanan baru di Eropa. Ia bahkan menyebut mantan Kanselir Jerman Gerhard Schröder sebagai salah satu mitra negosiasi pilihannya.
Schröder diketahui memiliki hubungan dekat dengan Putin dan sempat menuai kontroversi karena bekerja untuk perusahaan energi milik negara Rusia.
Sebagai bagian dari kesepakatan gencatan senjata yang dimediasi AS akhir pekan lalu, Moskow dan Kyiv sepakat melakukan pertukaran masing-masing 1.000 tahanan. Namun Putin mengatakan Rusia hingga kini belum menerima respons lebih lanjut dari Ukraina terkait proses pertukaran tersebut.
(tfa/tfa) Addsource on Google [Gambas:Video CNBC]