MARKET DATA

Pertama di RI! Bali Akan Punya Taksi Air, Ini Rencana Rutenya

Wiji Nur Hayat,  CNBC Indonesia
09 May 2026 21:15
Dishub menghadirkan aplikasi JaketBoat (Jakarta Electronic Ticketing Boat) sebagai sistem pemesanan tiket kapal secara online. (Dok. DISHUB)
Foto: Dishub menghadirkan aplikasi JaketBoat (Jakarta Electronic Ticketing Boat) sebagai sistem pemesanan tiket kapal secara online. (Dok. DISHUB)

Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Perhubungan menyinergikan percepatan pembangunan transportasi pariwisata di Bali. Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengatakan, Kemenhub telah menyiapkan langkah strategis untuk memperkuat konektivitas di Provinsi Bali melalui pengembangan water taxi dan dermaga di Pelabuhan Celukan Bawang, Kabupaten Buleleng.

Terkait rencana pengembangan water taxi, Dudy menyatakan, merupakan solusi alternatif dalam mengintegrasikan transportasi darat, laut, serta udara, untuk mengurangi kepadatan lalu lintas di Provinsi Bali, khususnya Kabupaten Badung. Saat ini, PT. ASDP Indonesia Ferry sedang melakukan penyusunan studi Detail Engineering Design (DED). Adapun pekerjaan konstruksi, akan mulai dilaksanakan pada Agustus 2026 hingga Juli 2027.

"Water taxi dapat menghubungkan Bandara I Gusti Ngurah Rai dengan kawasan pariwisata Canggu. Berdasarkan observasi lapangan, waktu tempuh perjalanan darat dari Bandara I Gusti Ngurah Rai menuju kawasan Canggu adalah 1-2 jam. Sedangkan menggunakan Water Taxi, diharapkan bisa menempuh maksimal 30 menit," ujar Dudy dalam keterangan tertulis, Sabtu (9/5/2026).

Moda transportasi berbasis laut ini dirancang untuk menghubungkan Bandara I Gusti Ngurah Rai dengan wilayah Canggu, yang selama ini dikenal sebagai salah satu titik dengan mobilitas tinggi, Pengembangan water taxi merupakan langkah strategis untuk menjawab kebutuhan mobilitas yang semakin kompleks di Bali.

"Pengembangan layanan water taxi menjadi bagian dari komitmen kami dalam mendukung kebijakan pemerintah untuk menghadirkan sistem transportasi yang terintegrasi. Kami berharap layanan ini dapat menjadi alternatif yang efisien, aman, dan nyaman bagi masyarakat maupun wisatawan," timpal Direktur Utama ASDP Heru Widodo.

Dorongan terhadap proyek ini juga datang dari Kementerian Perhubungan. Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi melihat water taxi sebagai solusi untuk menghubungkan berbagai moda transportasi sekaligus mengurai kepadatan lalu lintas, khususnya di wilayah Kabupaten Badung yang menjadi pusat aktivitas pariwisata.

Di tahap awal, ASDP bersama PT Angkasa Pura Indonesia telah merampungkan studi kelayakan proyek tersebut. Hasil kajian menunjukkan proyek ini memiliki prospek untuk dilanjutkan, dengan mempertimbangkan berbagai aspek mulai dari pasar, teknis, hingga dampak sosial dan lingkungan.

Dari hasil studi tersebut, lintasan Sekeh menuju Canggu (Berawa) dipilih sebagai rute prioritas. Rute ini dinilai paling potensial untuk memberikan manfaat langsung terhadap mobilitas wisatawan maupun masyarakat setempat.

Penentuan rute dilakukan melalui kajian menyeluruh, termasuk mempertimbangkan aspek keselamatan pelayaran dan kesiapan infrastruktur.

"Melalui pendekatan ini, layanan water taxi diharapkan tidak hanya efisien, tetapi juga aman dan terintegrasi dengan ekosistem pariwisata Bali," kata Corporate Secretary ASDP Windy Andale.

Saat ini, proyek tersebut masih memasuki tahap lanjutan berupa penyusunan Detailed Engineering Design (DED) dan pengurusan perizinan. ASDP bersama Angkasa Pura Indonesia menargetkan proses ini rampung pada 2026 sebelum diajukan kembali kepada pemerintah untuk mendapatkan keputusan lanjutan.

Ke depan, pengembangan water taxi di Bali diharapkan tidak hanya menjadi solusi transportasi alternatif, tetapi juga bagian dari upaya membangun sistem transportasi yang lebih terintegrasi dan berkelanjutan di destinasi wisata unggulan Indonesia.

(wur/wur) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Fasilitas Serambi MyPertamina Hadir di Bandara Bali


Most Popular
Features