Pertagas Target Pipa BBM 96 Km Cikampek-Plumpang Tuntas di 2027
Jakarta, CNBC Indonesia - PT Pertamina Gas (Pertagas) menargetkan pembangunan proyek pipa bahan bakar minyak (BBM) sepanjang 96 kilometer (km) yang menghubungkan Cikampek hingga Plumpang bisa tuntas pada awal tahun 2027.
Direktur Utama Pertagas Indra Pehulisa Sembiring menjelaskan bahwa saat ini perusahaan fokus mengerjakan proyek transportasi minyak untuk menunjang ketahanan energi nasional. Proyek tersebut dinilai menjadi tulang punggung baru dalam sistem penyaluran energi dari sisi hulu ke sisi hilir secara lebih efisien dan tepat waktu.
"Kita saat ini sedang membangun dari terminal BBM di Cikampek ke terminal BBM di Plumpang. Dan ini target kami akan diselesaikan di awal 2027. Mudah-mudahan ini bisa kami selesaikan tepat waktu," ujarnya dalam program Energy Corner CNBC Indonesia, dikutip Jumat (8/6/2026).
Proyek pipa dari Terminal BBM Cikampek menuju Terminal BBM Plumpang tersebut dinilai strategis karena posisinya yang vital bagi distribusi energi di ibu kota. Keberadaan jalur pipa tersebut diproyeksikan mampu menjamin suplai bahan bakar dibandingkan dengan transportasi konvensional lainnya.
"Ini akan penting karena dia menjaga dan menjamin suplai bahan bakar minyak untuk Jakarta. Karena dari Plumpang ini sebenarnya sangat signifikan untuk distribusi BBM di Jakarta dan tentunya inilah yang menjadi tulang punggung nanti," tambahnya.
Selain masuk ke bisnis transportasi BBM, Pertagas tetap mempertahankan fokus pada bisnis inti yakni transportasi minyak dan gas bumi yang menyumbang lebih dari 50% pendapatan perusahaan. Saat ini, Pertagas mengelola volume transportasi gas yang mencakup hampir 78% dari total penyaluran gas secara nasional.
"Pertagas itu volume transportasi gasnya itu kurang lebih hampir 78% dari total penyaluran gas nasional. Itu biasanya sebagian besar kami ke untuk kebutuhan pembangkitan listrik, pupuk, dan industri dan komersial lainnya yang besar-besar," jelasnya.
Di sisi lain, perusahaan juga mulai merambah sektor energi baru terbarukan (EBT) seperti hidrogen dan biometan untuk memperluas portofolio bisnis di masa depan. Pertagas berupaya mempertemukan sumber energi baru tersebut dengan kebutuhan pasar guna mendukung target rendah karbon yang dicanangkan pemerintah.
"Pertagas siap untuk mengambil peran dan bagian untuk tumbuh dalam pertumbuhan ini dalam konteks ketahanan energi," pungkasnya.
(pgr/pgr) Addsource on Google [Gambas:Video CNBC]