MARKET DATA
Internasional

Trump Ngamuk! AS-Iran Saling Serang di Selat Hormuz

tfa,  CNBC Indonesia
08 May 2026 06:50
Serangan baru iran ke kapal as di selat Hormuz. (Tangkapan Layar CCTV+ via Reuters)
Foto: Serangan baru iran ke kapal as di selat Hormuz. (Tangkapan Layar CCTV+ via Reuters)

Jakarta, CNBC Indonesia - Amerika Serikat (AS) dan Iran kembali terlibat baku tembak di kawasan Selat Hormuz, jalur vital perdagangan minyak dunia. Kedua negara saling menuduh pihak lawan sebagai pemicu serangan, memperburuk situasi gencatan senjata yang sebelumnya sudah rapuh.

Insiden terbaru ini memicu kekhawatiran baru terhadap stabilitas kawasan Timur Tengah, mengingat Selat Hormuz menjadi jalur utama distribusi minyak global dan titik strategis dalam konflik AS-Iran yang terus memanas.

Presiden AS Donald Trump menegaskan bahwa gencatan senjata masih berlaku meski bentrokan kembali terjadi. Dalam wawancara telepon dengan ABC News pada Kamis malam, Trump menyebut serangan tersebut hanya sebagai "sentuhan ringan."

Namun, nada berbeda muncul dalam unggahan Trump di Truth Social. Ia mengklaim militer AS berhasil "menghancurkan sepenuhnya" pasukan Iran yang terlibat dalam insiden tersebut.

Trump mengatakan armada Iran yang terdiri dari kapal kecil dan drone "jatuh dengan sangat indah ke laut, seperti kupu-kupu yang jatuh ke kuburnya."

Ia juga kembali melontarkan ancaman keras terhadap Teheran apabila tidak segera menyetujui kesepakatan nuklir baru dengan Washington.

"Sama seperti kita mengalahkan mereka lagi hari ini, kita akan mengalahkan mereka jauh lebih keras, dan jauh lebih brutal, di masa depan, jika mereka tidak segera menandatangani kesepakatan mereka!" tulis Trump, seperti dikutip CNBC International, Jumat (8/5/2026).

Sementara itu, Komando Pusat AS atau CENTCOM menyatakan pasukan Amerika melakukan tindakan bela diri setelah mendapat serangan saat tiga kapal perusak Angkatan Laut AS melintasi kawasan tersebut pada Kamis malam.

"Pasukan Iran meluncurkan beberapa rudal, drone, dan kapal kecil," demikian pernyataan CENTCOM.

Militer AS mengklaim tidak ada aset mereka yang terkena serangan. CENTCOM juga mengatakan pihaknya telah menghancurkan berbagai fasilitas militer Iran yang dianggap bertanggung jawab atas serangan tersebut.

Target serangan balasan AS disebut mencakup lokasi peluncuran rudal dan drone, pusat komando dan kendali, hingga fasilitas intelijen dan pengawasan Iran.

"CENTCOM tidak berupaya meningkatkan eskalasi tetapi tetap berada di posisi dan siap untuk melindungi pasukan Amerika," tulis pernyataan tersebut.

Di sisi lain, Iran justru menuduh Washington lebih dulu melanggar gencatan senjata. Seorang pejabat militer Iran menyebut pasukan AS menyerang kapal tanker Iran yang tengah bergerak dari perairan Iran menuju Selat Hormuz.

"Tentara Amerika yang agresif, teroris, dan bandit, yang melanggar gencatan senjata, menargetkan sebuah kapal tanker Iran," kata pejabat tersebut dalam pernyataan yang dikutip media pemerintah Iran.

Iran mengklaim telah membalas dengan menyerang kapal-kapal militer AS di timur Selat Hormuz dan selatan Pelabuhan Chabahar.

Menurut Teheran, serangan balasan itu menyebabkan "kerusakan signifikan" terhadap kapal militer AS. Namun, klaim tersebut belum dapat diverifikasi secara independen dan dibantah oleh pihak AS.

(tfa/tfa) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Iran Tolak Negosiasi AS, Ajukan 5 Syarat Damai Utama


Most Popular
Features