Rusia-Ukraina Panas, Putin Warning Diplomat Segera Evakuasi dari Kyiv
Jakarta, CNBC Indonesia - Rusia memperingatkan para diplomat asing di Kyiv untuk segera mengevakuasi diri menyusul ancaman serangan balasan terhadap ibu kota Ukraina. Peringatan keras itu muncul di tengah memanasnya kembali konflik Rusia-Ukraina menjelang peringatan Hari Kemenangan Perang Dunia II di Moskow pada 9 Mei.
Dalam nota resmi yang dikirim ke misi diplomatik asing dan organisasi internasional pada Rabu (7/5/2026), Moskow menyatakan akan meluncurkan "serangan balasan" terhadap Kyiv jika Ukraina mengganggu perayaan militer Rusia akhir pekan ini.
"Termasuk terhadap pusat-pusat pengambilan keputusan," tulis Rusia dalam nota tersebut, seperti dikutip AFP.
Rusia juga mendesak seluruh negara asing untuk "memastikan evakuasi tepat waktu personel dari misi diplomatik dan misi lainnya, serta warga negara, dari kota Kyiv."
Ancaman ini menjadi sinyal terbaru bahwa perang Rusia-Ukraina kembali memanas setelah perhatian dunia sempat tersedot ke konflik Iran di Timur Tengah.
Presiden Rusia Vladimir Putin sebelumnya menetapkan gencatan senjata sepihak pada 8-9 Mei bertepatan dengan parade Hari Kemenangan di Lapangan Merah, Moskow. Namun, Ukraina menilai langkah tersebut hanya manuver politik Kremlin.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky bahkan menyindir Rusia takut terhadap serangan drone Ukraina saat parade berlangsung. "Moskow takut drone Ukraina akan berterbangan di atas Lapangan Merah," kata Zelensky pada Senin lalu.
Kyiv sebenarnya telah lebih dulu mengusulkan gencatan senjata mulai 6 Mei. Namun, usulan itu diabaikan Moskow.
Dalam pidato malamnya, Zelensky menegaskan Ukraina akan membalas setiap serangan Rusia secara setimpal. "Hari ini, hampir sepanjang hari, hampir setiap jam, kami menerima laporan serangan dari berbagai wilayah," ujar Zelensky.
Di lapangan, pertempuran tetap berlangsung sengit meski Rusia mengumumkan jeda perang sementara. Pejabat Ukraina melaporkan sedikitnya empat orang tewas akibat serangan Rusia pada Rabu, termasuk dua korban di sebuah taman kanak-kanak di wilayah Sumy, Ukraina utara.
Sementara itu, Kementerian Pertahanan Rusia mengklaim berhasil menembak jatuh 53 drone Ukraina dalam semalam. Jumlah tersebut lebih rendah dibanding beberapa hari sebelumnya ketika serangan drone Ukraina menghantam wilayah Rusia jauh dari garis depan.
Pada Selasa, serangan drone Ukraina bahkan dilaporkan menewaskan dua orang di kota Cheboksary, wilayah Volga, ratusan kilometer dari perbatasan Ukraina.
Rangkaian serangan itu memicu ketegangan tinggi di Rusia menjelang parade militer 9 Mei. Moskow bahkan disebut akan mengurangi penampilan alat utama sistem persenjataan (alutsista) dalam parade untuk pertama kalinya dalam hampir dua dekade.
Selain itu, pemerintah Rusia mulai melakukan pemadaman internet berkala di sejumlah wilayah Moskow hingga Sabtu demi mengantisipasi ancaman serangan drone.
source on Google [Gambas:Video CNBC]