Tok! Singapura Resmi Setujui Hukuman Cambuk di Sekolah
Jakarta, CNBC Indonesia - Singapura menyetujui pemberlakuan hukuman cambuk di sekolah. Pelaku perundungan di sekolah dapat menghadapi hukuman fisik sebagai "jalan terakhir" untuk memberantas perilaku buruk berdasarkan pedoman pendidikan baru yang telah disetujui.
"Sekolah hanya menggunakan hukuman cambuk sebagai tindakan disiplin ketika semua pilihan lain tidak memadai, mengingat beratnya pelanggaran," kata Menteri Pendidikan Desmond Lee, Selasa, sebagaimana dimuat Channel News Asia (CNA) Rabu (6/5/2026).
"Jika digunakan, hukuman ini tidak pernah diberikan secara terpisah tetapi selalu sebagai bagian dari serangkaian tindakan restoratif dan disiplin," tegasnya menyebut ada hukuman berat lain sebelum hukuman cambuk, seperti skorsing.
Lee mengatakan pendekatan ini didasarkan pada penelitian yang menunjukkan bahwa anak-anak dan remaja membuat pilihan yang lebih baik ketika ada "batas yang jelas yang ditegakkan oleh konsekuensi yang tegas dan bermakna". Ia yakin ini akan "berdampak positif pada pengurangan perundungan dan memungkinkan komunitas sekolah untuk merasa aman belajar dalam lingkungan yang tertib".
Namun hukuman ini hanya akan berlaku bagi siswa laki-laki. Aturan juga sudah dikaji sesuai dengan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana, yang melarang hukuman cambuk terhadap perempuan.
"Ini tidak berarti bahwa anak perempuan yang melakukan perundungan kurang bersalah," kata Lee lagi.
"Tujuannya adalah untuk membantu siswa yang terdampak mendapatkan kembali kepercayaan diri mereka dan memulihkan rasa aman dan kesejahteraan mereka," tambahnya.
Hal sama juga dimuat laman Australia 9 News. Berdasarkan aturan, siswa dapat menghadapi antara satu hingga tiga cambukan.
"Hukuman cambuk harus disetujui oleh kepala sekolah dan hanya diberikan oleh guru yang berwenang," muat laman itu.
"Sekolah akan mempertimbangkan faktor-faktor seperti kedewasaan siswa dan apakah hukuman cambuk akan membantu siswa belajar dari kesalahannya dan memahami beratnya apa yang telah dilakukannya," jelasnya.
(sef/sef) Addsource on Google [Gambas:Video CNBC]