MARKET DATA

Bahlil Siapkan Tabung CNG 3 Kg Sebagai Alternatif Pengganti LPG

Emir Yanwardhana,  CNBC Indonesia
06 May 2026 08:20
Karyawan melakukan pengecekan tabung Gaslink disalah satu rumah makan di Jakarta, Selasa (14/12/2021). PT Gagas Energi Indonesia (Gagas) memperkenalkan kembali Gaslink C-Cyl dengan kemasan yang lebih fresh, Gaslink C-cyl adalah Compressed Natural Gas
Foto: Gaslink (CNBC Indonesia/ Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyiapkan alternatif energi pengganti Liquefied Petroleum Gas (LPG) melalui Compressed Natural Gas (CNG).

Sebagai alternatif, sejatinya CNG ini sudah dipakai untuk kebutuhan gas industri seperti hotel, restoran bahkan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan klasifikasi tabung 10 kilogram (kg) hingga 20 kg ke atas.

Nah untuk mendukung penggunaan gas rumah tangga, Kementeran ESDM akan menghadirkan CNG dengan ukuran yang lebih kecil atau 3 kg.

"Nah untuk yang 3 kg memang tabungnya masih dilakukan uji coba karena tekanannya kan besar sekali, dia sekitar 200 sampai 250 bar. Nah ini yang kita akan mencoba untuk modifikasi," terang Bahlil usai rapat terbatas bersama Presiden RI Prabowo Subianto di Istana Negara, dikutip Rabu (6/5/2026).

Adapun uji coba itu ditargetkan bisa selesai dalam waktu 2-3 bulan ke depan. "Kalau itu sudah dinyatakan firm, kita akan melakukan konversi. Sebab apa? CNG ini bahan bakunya ada semua di kita. C1, C2 gas," ungkap Bahlil.

Nah, berdasarkan hasil kajian yang sudah ada, Bhalil menyebutkan, penggunaan CNG akan lebih murah ketimbang LPG atau hemat 30%. Alasannya karena, sumber energi dari CNG berasal dari dalam negeri dan tidak impor.

"Dia itu berada di hampir semua wilayah yang ada sumber-sumber gasnya, jadi itu jauh lebih efisien. Dan kalau ditanya apakah sudah perform untuk jalan atau tidak, pada skala yang besar sudah jalan. Di daerah-daerah Jawa kan sudah dipakai CNG. Hotel, restoran, kemudian MBG dapur-dapur MBG sudah pakai itu," tegas Bahlil.

Bakal Disubsidi?

Bahlil pun sedang mengkaji agar penggunaan CNG tersebut bisa diberikan subsidi. "Semuanya lagi dikaji. Opsinya subsidi masih haruslah, tinggal volumenya seperti apa yang kita perlu baca ya," terang Bahlil.

Sebagaimana diketahui, kebutuhan LPG di Indonesia masih ditopang oleh impor sebesar 75% hingga 80%. Di mana 7 sampai 8 juta tonnya dipakai untuk kebutuhan rumah tangga.

(pgr/pgr) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Video: RI Bakal Produksi CNG Demi Tekan Impor LPG


Most Popular
Features