BGN: MBG Terus Diperkuat, Jadi Motor Ekonomi Baru
Jakarta, CNBC Indonesia - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus diperkuat pemerintah dan mulai menunjukkan dampak ekonomi. Ini seiring meningkatnya aktivitas di sektor pendukung seperti rantai pasok pangan hingga industri perlengkapan.
Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik S Deyang, menegaskan program MBG tidak hanya berfokus pada pemenuhan gizi. Tetapi juga menjadi penggerak ekonomi dan ruang pembelajaran.
"MBG adalah laboratorium bagi kampus. Semua fakultas bisa terlibat dan mengambil peran sesuai bidangnya," katanya dalam kegiatan BGN Goes to Campus di Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar, Selasa (5/5/2026).
Ia menambahkan, program ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan mendasar masyarakat terhadap akses pangan yang layak. Menurutnya masih banyak warga RI yang belum terpenuhi kebutuhan pangannya dengan baik.
"Masih banyak saudara kita yang belum bisa makan dengan baik. Ini yang menjadi semangat utama program MBG," ujarnya.
Selain itu, BGN membuka ruang bagi perguruan tinggi untuk terlibat aktif dalam implementasi program, termasuk melalui kontribusi akademik dan kegiatan lapangan. Nanik juga menyoroti dampak ekonomi yang mulai terasa dari pelaksanaan MBG.
"Uang bergerak di masyarakat, ini efek ekonomi yang sangat penting," katanya.
Meski demikian, ia mengingatkan masih terdapat sejumlah tantangan, seperti keterbatasan pasokan bahan pangan tertentu serta dominasi industri besar di beberapa sektor. Karena itu, penguatan produksi lokal dan kesiapan sumber daya manusia menjadi kunci keberlanjutan program.
Sementara itu, Unhas menyatakan dukungannya terhadap program MBG, termasuk melalui kesiapan fasilitas, riset, serta pengembangan bahan pangan lokal. Program MBG menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat sekaligus mendorong aktivitas ekonomi di berbagai daerah.
source on Google [Gambas:Video CNBC]