MARKET DATA
Internasional

Kilang Minyak Fujairah Diserang Drone, UEA Tutup Bandara

tfa,  CNBC Indonesia
05 May 2026 07:35
Kebakaran terjadi di zona industri minyak utama di Fujairah, Uni Emirat Arab, pada tanggal 4 Mei. (Tangkapan Layar Instagram/Telegram Supernova_plus)
Foto: Kebakaran terjadi di zona industri minyak utama di Fujairah, Uni Emirat Arab, pada tanggal 4 Mei. (Tangkapan Layar Instagram/Telegram Supernova_plus)

Jakarta, CNBC Indonesia - Uni Emirat Arab (UEA) menyatakan sistem pertahanan udaranya berhasil mencegat rudal dan drone pada malam 4 Mei 2026. Hal ini menyusul serangan pesawat tak berawak yang memicu kebakaran di zona industri minyak strategis Fujairah.

Kementerian Luar Negeri UEA menyebut serangan tersebut sebagai eskalasi serius yang mengancam keamanan nasional.

"Serangan ini menandai ancaman langsung terhadap keamanan negara, dan UEA memiliki hak penuh untuk merespons," demikian pernyataan resmi pemerintah, seperti dikutip Reuters, Selasa (5/5/2026).

Serangan drone itu berdampak langsung pada operasional penerbangan. Berdasarkan data Flightradar24, sejumlah penerbangan menuju UEA dialihkan ke Muscat, Oman, sementara lainnya harus berputar di atas Arab Saudi. Otoritas juga sempat menutup seluruh bandara sebagai langkah pengamanan.

Seorang kapten pesawat yang menuju Dubai mengatakan kepada penumpang bahwa penutupan bandara bersifat sementara. "Semua bandara di UEA ditutup sementara, dan penerbangan dialihkan ke ibu kota Oman," ujarnya.

Di lokasi kejadian, tim pertahanan sipil dikerahkan untuk memadamkan kebakaran di kawasan industri minyak Fujairah. Kantor Media Fujairah melaporkan tiga warga negara India mengalami luka sedang akibat serangan tersebut dan telah mendapatkan perawatan di rumah sakit.

Sementara itu, media pemerintah Iran mengutip pejabat militer senior yang membantah negaranya menargetkan UEA. Pernyataan ini muncul setelah sebelumnya Kementerian Pertahanan UEA mengklaim telah mencegat beberapa rudal yang berasal dari Iran.

Serangan ini mengakhiri periode relatif tenang sejak gencatan senjata antara Washington dan Teheran yang dimediasi Pakistan mulai berlaku pada 8 April lalu, setelah lebih dari sebulan konflik di kawasan Teluk.

Fujairah sendiri merupakan titik vital dalam rantai ekspor minyak UEA. Wilayah ini menjadi ujung dari pipa minyak mentah Abu Dhabi yang memungkinkan distribusi energi langsung ke Teluk Oman tanpa harus melewati Selat Hormuz yang rawan konflik.

Ini bukan kali pertama kawasan tersebut menjadi target. Pada 14 Maret lalu, serangan drone juga menghantam Pelabuhan Fujairah hingga memicu kebakaran dan menghentikan sebagian aktivitas ekspor minyak.

(tfa/tfa) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Potret Prabowo Tiba di Abu Dhabi, Bersiap untuk Temui MBZ


Most Popular
Features