MARKET DATA
Internasional

Efek Perang, 62% Warga AS Semakin Tak Puas dengan Kinerja Trump

tfa,  CNBC Indonesia
05 May 2026 06:17
Presiden AS, Donald Trump. (REUTERS/Nathan Howard)
Foto: REUTERS/Nathan Howard

Jakarta, CNBC Indonesia - Sebagian besar warga Amerika Serikat (AS) menyatakan ketidakpuasan terhadap kinerja Presiden Donald Trump, dengan tingkat ketidaksetujuan mencapai rekor baru sebesar 62%. Hal ini terungkap dalam hasil jajak pendapat terbaru yang dirilis oleh The Washington Post bersama ABC News dan Ipsos.

Survei tersebut menunjukkan tingkat persetujuan terhadap Trump hanya berada di angka 37%. Angka ini mencerminkan meningkatnya ketidakpuasan publik, terutama terkait penanganan perang Iran dan tekanan biaya hidup yang terus meningkat.

Penolakan terhadap kebijakan luar negeri menjadi salah satu faktor utama. Sebanyak 66% responden tidak menyetujui cara Trump menangani konflik dengan Iran. Sementara itu, di dalam negeri, isu ekonomi menjadi titik terlemah. Sebanyak 76% responden tidak puas terhadap biaya hidup, 72% terhadap inflasi, dan 65% terhadap kondisi ekonomi secara keseluruhan.

Angka ketidaksetujuan sebesar 62% ini menyamai level yang pernah tercatat pada akhir masa jabatan pertama Trump, menurut data Gallup. Saat itu, sentimen negatif dipicu oleh penanganan pandemi COVID-19 serta kerusuhan sosial pasca kematian George Floyd.

Temuan ini muncul menjelang pemilihan paruh waktu AS, periode krusial yang kerap menentukan kekuatan partai petahana di parlemen.

Meski demikian, penurunan dukungan terhadap Trump tidak otomatis menguntungkan oposisi. Sekitar 54% responden menilai Partai Demokrat sebagai "terlalu liberal". Direktur jajak pendapat The Washington Post, Scott Clement, menyebut persepsi ini menjadi salah satu hambatan bagi Demokrat untuk menarik pemilih baru.

Sejumlah analis juga menyoroti kelemahan internal Demokrat, mulai dari perpecahan hingga kurangnya pesan politik yang kuat. Dalam analisisnya di The Guardian, komentator politik Osita Nwanevu menilai partai tersebut terlalu bergantung pada ketidakpopuleran Trump tanpa menawarkan alternatif yang jelas.

Di sisi lain, basis pendukung Trump di Partai Republik masih solid, dengan sekitar 85% pemilihnya tetap memberikan persetujuan. Namun, di kalangan independen, tingkat persetujuan hanya mencapai 25%.

Secara historis, tingkat ketidaksetujuan Trump saat ini termasuk yang tertinggi dalam jajak pendapat modern. Angka tersebut hanya berada di bawah mantan Presiden Richard Nixon yang mencapai 66% pada 1974, dan melampaui George W. Bush yang mencatatkan 61% pada 2009.

(tfa/tfa) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Trump Pening Harga Barang AS Naik: Semua Mahal-Warga Ngamuk


Most Popular
Features