Gempa Tektonik M6,0 Hantam Filipina, BMKG Jelaskan Efek ke Pesisir RI
Jakarta, CNBC Indonesia - Gempa bumi berkekuatan M6,0 mengguncang wilayah Filipina pada Senin, 4 Mei 2026, pukul 13:09:49 WIB.
Plt. Direktur Gempa bumi dan Tsunami BMKG Rahmat Triyono menjelaskan, gempa tektonik itu terjadi di Samar, Filipina dengan episenter gempa bumi terletak pada koordinat 11.92° LU; 125.52° BT pada kedalaman 74 km.
"Berdasarkan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi ini merupakan jenis gempa bumi menengah akibat aktivitas subduksi Lempeng Pasifik dan Lempeng Eurasia. Gempa bumi ini memiliki mekanisme naik (thrust fault)," katanya dalam keterangan resmi, Senin (4/5/2026).
"Gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami di wilayah Indonesia. Oleh karena itu, kepada masyarakat pesisir di wilayah Indonesia diimbau agar tetap tenang," tegas Rahmat Triyono.
Hingga saat ini, sambungnya, belum ada laporan mengenai kerusakan bangunan sebagai dampak gempa bumi tersebut.
"BMKG akan terus memonitor perkembangan dampak gempa bumi ini dan segera menginformasikan kepada stakeholder, media dan masyarakat," ujarnya.
"Pastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi," kata Rahmat Triyono.
source on Google [Gambas:Video CNBC]