MARKET DATA

Seleksi Pegawai Kopdes Pakai Tes CPNS, Zulhas: Tak Ada Orang Titipan!

Ferry Sandi,  CNBC Indonesia
04 May 2026 12:26
Pengunjung melihat produk yang dijual pada gerai Koperasi Desa (Kopdes)/Kelurahan Merah Putih Melawai di kawasan Blok M, Kebayoran Baru, Jakarta, Selasa (22/7/2025). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)
Foto: Pengunjung melihat produk yang dijual pada gerai Koperasi Desa (Kopdes)/Kelurahan Merah Putih Melawai di kawasan Blok M, Kebayoran Baru, Jakarta, Selasa (22/7/2025). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah mencatatkan antusiasme besar dalam rekrutmen SDM Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes MP) dan Koperasi Kelurahan Merah Putih. Jumlah pelamar yang masuk jauh melampaui ekspektasi awal sejak pendaftaran dibuka pada April 2026.

Program ini merupakan cara pemerintah untuk memperkuat ekonomi desa sekaligus memperbaiki distribusi bantuan dan rantai pasok pangan. Dalam implementasinya, pemerintah mengklaim transparansi dan sistem seleksi berbasis teknologi.

"Rekrutmen pegawai Kopdes Merah Putih ini adalah investasi SDM terbesar yang pernah dilakukan untuk desa-desa di Indonesia, dan akan jadi ujung tombak pangan masyarakat," ujar Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan di kantor Kemenko Pangan, Senin (4/5/2026).

Peran Kopdes tidak hanya sebagai lembaga ekonomi, tetapi juga sebagai instrumen untuk memutus ketergantungan petani terhadap tengkulak. Pasalnya jalur distribusi ini kerap dimanfaatkan tengkulak untuk mengambil keuntungan besar.

"Mereka yang akan memotong rantai tengkulak yang selama ini merepotkan petani dan masyarakat," katanya.

Pemerintah membuka total 35.476 formasi, terdiri dari 30.000 manajer koperasi dan 5.476 pegawai untuk kampung nelayan. Dari total pelamar yang mencapai 639.732 orang, sebagian besar berhasil memenuhi syarat administrasi.

Seleksi saat ini telah memasuki tahap tes kompetensi berbasis Computer Assisted Test (CAT) yang digelar di puluhan titik di seluruh Indonesia. Sistem ini diklaim sudah terbukti kredibel karena digunakan dalam seleksi ASN.

Pengunjung melihat produk yang dijual pada gerai Koperasi Desa (Kopdes)/Kelurahan Merah Putih di Melawai, Blok M, Jakarta, Selasa (22/7/2025). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)Foto: Pengunjung melihat produk yang dijual pada gerai Koperasi Desa (Kopdes)/Kelurahan Merah Putih di Melawai, Blok M, Jakarta, Selasa (22/7/2025). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

"Tes ini menggunakan CAT BKN, sistem yang sudah teruji dan dipakai dalam seleksi ASN, jadi tidak perlu diragukan," ujar Zulhas.

Adapun seluruh proses dilakukan secara objektif tanpa intervensi pihak mana pun. Tidak ada jalur khusus maupun titipan dalam seleksi ini.

"Jadi tidak ada titipan-titipan, tidak ada bantu-membantu, tidak ada orang dalam," tegasnya.

Pemerintah juga memastikan tidak ada pungutan biaya dalam seluruh tahapan seleksi. Hal ini disampaikan berulang untuk mengantisipasi praktik penipuan.

"Seluruh tahapan seleksi tidak dipungut biaya apa pun. Tidak ada jalur khusus dan tidak ada pihak yang dapat menjamin lulus," kata Zulhas.

Ia mengimbau masyarakat hanya mengakses informasi resmi melalui portal yang telah ditentukan.

"Informasi resmi hanya melalui portal phtc.panselnas.go.id. Selain itu, dipastikan bukan dari pemerintah," pungkasnya.

(fys/wur) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Zulhas Beberkan Update Pembangunan Koperasi Desa Merah Putih Awal 2026


Most Popular
Features