Inflasi RI Tembus 0,13% di April, Tiket Pesawat Jadi Biang Kerok!
Jakarta, CNBC Indonesia - Tingginya tekanan harga di sektor transportasi hingga penyedia makanan dan minuman atau restoran menjadi pemicu inflasi pada April 2026.
Berdasarkan catatan Badan Pusat Statistik (BPS), inflasi pada April 2026 sebesar 0,13% secara bulanan, dengan inflasi tahun kalender 1,06%.
Tekanan inflasi itu didorong oleh inflasi di sektor transportasi yang mencapai 0,99% dengan andil 0,12%, hingga penyediaan makanan dan minuman atau restoran sebesar 0,69% dengan andil 0,07%.
Tingginya inflasi untuk sektor transportasi itu tak terlepas dari melesatnya tarif tiket pesawat hingga kenaikan BBM non subsidi yang terjadi pada bulan itu, imbas terus terkereknya harga minyak mentah dunia akibat perang di Timur Tengah.
"Komoditi dominan mendorong inflasi ini adalah tarif angkutan udara dengan andil 0,11% serta bensin andil inflasi 0,02%," kata Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono saat konferensi pers, Jakarta, Senin (4/5/2026).
Selain tarif tiket pesawat dan bensin, inflasi pada April 2026 juga tercatat didorong oleh inflasi harga minyak goreng dengan andil 0,05%, tomat 0,03%, dan beras 0,02%.
Sementara itu, komoditas yang memberikan andil terhadap deflasi atau dorongan penurunan harga pada April 2026 berasal dari komoditas makanan, minuman, dan tembakau dengan deflasi 0,2% dan andil 0,06%.
"Terdapat komoditas andil deflasi di April 2026 yaitu daging ayam ras andil 0,11%. Lalu, emas perhiasan andil derflasi 0,09%, cabai rawit dan telur ras andil deflasi 0,06% dan 0,04%," ucap Ateng.
Sebagai informasi, meski inflasi tercatat sebesar 0,13% pada April 2026, tekanannya mereda dibanding Maret 2026 yang inflasinya sebesar 0,41% mtm.
(arj/haa) Addsource on Google [Gambas:Video CNBC]