MARKET DATA
Internasional

Breaking: Trump Beri Kode 'Setop' Perang Iran, Kapal Bisa Lewat Hormuz

tfa,  CNBC Indonesia
04 May 2026 06:15
Presiden AS, Donald Trump. (REUTERS/Nathan Howard)
Foto: REUTERS/Nathan Howard

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memberi sinyal baru terkait arah hubungan Washington-Teheran. Ia menyebut pembicaraan dengan Iran berjalan "sangat positif", di tengah rencana AS mengawal kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz yang kini terblokir akibat konflik.

Dalam pernyataannya di Truth Social, Trump mengatakan negosiasi yang sedang berlangsung berpotensi menghasilkan kesepakatan yang menguntungkan semua pihak.

"Saya sepenuhnya menyadari bahwa perwakilan saya sedang melakukan diskusi yang sangat positif dengan Iran, dan ini bisa menghasilkan sesuatu yang sangat positif bagi semua pihak," ujar Trump, seperti dikutip AFP, Senin (4/5/2026).

Meski begitu, Trump juga memberi kode langkah konkret AS di lapangan. Ia memastikan Washington akan mulai mengawal kapal-kapal komersial yang terjebak di jalur strategis tersebut.

"Kami akan memandu kapal-kapal mereka dengan aman keluar dari jalur air yang dibatasi ini, sehingga mereka dapat melanjutkan bisnis mereka," katanya.

Langkah yang disebut sebagai "Proyek Kebebasan" itu dijadwalkan dimulai pada Senin pagi waktu Timur Tengah. Trump menekankan kebijakan ini sebagai "isyarat kemanusiaan", mengingat banyak kapal yang tertahan mengalami kekurangan logistik.

Di sisi lain, Iran sebelumnya melalui juru bicara Kementerian Luar Negeri, Esmaeil Baqaei, mengungkapkan bahwa Teheran telah mengajukan rencana 14 poin untuk mengakhiri konflik. Proposal tersebut telah disampaikan kepada AS melalui mediator Pakistan.

Konflik ini sendiri bermula dari serangan aliansi AS-Israel terhadap Iran pada 28 Februari yang menewaskan pemimpin tertinggi Republik Islam. Teheran kemudian membalas dengan menyerang pangkalan militer AS serta target Israel di kawasan.

Gencatan senjata mulai berlaku sejak 8 April, namun upaya damai masih menemui jalan buntu meski telah digelar perundingan langsung di Islamabad.

Sejak perang pecah, Iran menguasai Selat Hormuz, jalur vital bagi distribusi minyak, gas, dan pupuk global, yang berdampak besar pada rantai pasok dunia. Sebagai balasan, AS memberlakukan blokade terhadap pelabuhan Iran.

Data perusahaan intelijen maritim AXSMarine mencatat, hingga 29 April terdapat lebih dari 900 kapal komersial yang masih berada di Teluk. Angka ini turun dari lebih dari 1.100 kapal pada awal konflik, menandakan masih besarnya tekanan pada lalu lintas perdagangan global.

(tfa/tfa) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Netanyahu Desak Trump Tunda Serangan Militer Terhadap Iran


Most Popular
Features