Wamenko Pangan Paparkan Kebijakan Prioritas Pangan di Universitas Riau
Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Koordinator Bidang Pangan yang diwakili oleh Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan Hanif Faisol Nurofiq menjadi narasumber kuliah umum di Universitas Riau dengan tema "Kebijakan Prioritas Pemerintah di Bidang Pangan".
Dalam paparannya, Hanif menegaskan bahwa pemerintah mendorong transformasi sektor pangan melalui penguatan regulasi, peningkatan produksi, dan efisiensi tata kelola. Produksi beras 2025 mencapai 34,69 juta ton dan Indonesia tidak melakukan impor beras serta jagung pakan pada 2025-2026.
Dia juga menekankan pentingnya peningkatan produksi beras melalui optimalisasi lahan sawah serta perluasan implementasi program sebagai upaya memperkuat nilai ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Namun demikian, ia mengakui masih terdapat tantangan dalam tata kelola dan akses yang perlu segera dibenahi.
Lebih lanjut, dia menegaskan bahwa seluruh program pangan harus dijalankan dengan tata kelola yang baik dalam kerangka demokrasi, menjunjung tinggi integritas, serta meminimalkan potensi pelanggaran, terutama pada program berbasis pemberdayaan yang menggunakan anggaran negara.
"Sejumlah program prioritas terus dipercepat, meliputi Koperasi Desa Merah Putih, Makan Bergizi Gratis, pengolahan sampah menjadi energi, pengembangan kampung nelayan dan bioflok, pengendalian alih fungsi lahan, serta pembangunan kawasan swasembada pangan, energi, dan air," kata Hanif dikutip Jumat (1/5/2026)
source on Google [Gambas:Video CNBC]