MARKET DATA
EV Mining Outlook

Hilirisasi Nikel Buka Jalan Elektrifikasi di Sektor Tambang

Ferry Sandi,  CNBC Indonesia
29 April 2026 16:55
Direktur industri permesinan dan alat mesin pertanian/IMPM Kemenperin Solehan dalam acara EV Transition in Mining Industry Outlook 2026 di Jakarta, Rabu (29/4/2026). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)
Foto: Direktur industri permesinan dan alat mesin pertanian/IMPM Kemenperin Solehan dalam acara EV Transition in Mining Industry Outlook 2026 di Jakarta, Rabu (29/4/2026). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah menilai momentum global terkait lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG) menjadi peluang besar untuk mendorong elektrifikasi sektor pertambangan di Indonesia. Tekanan dari investor dan pasar dinilai semakin kuat.

Direktur Industri Permesinan dan Alat Mesin Pertanian (IPAMP) Solehan Kementerian Perindustrian Solehan mengatakan bahwa tren global kini mengarah pada operasional industri yang lebih bersih dan berkelanjutan.

Perubahan ini bukan lagi sekadar pilihan tambahan, melainkan kebutuhan yang harus direspons oleh pelaku industri dalam negeri.

"Perkembangan teknologi global ini bergerak semakin cepat, kemudian ESG ini menjadi indikator utama bagi investor global. Kondisi ini kita lihat sebagai momentum transformasi menuju operasional yang lebih bersih," kata Solehan dalam EV Transition in Mining Industry Outlook 2026, Rabu, (29/4/2026).

Selain itu, Indonesia memiliki keunggulan sumber daya alam yang besar, khususnya dalam komoditas nikel. Hal ini menjadi modal penting dalam pengembangan rantai pasok baterai kendaraan listrik.

Solehan menilai bahwa peluang ini harus dimanfaatkan untuk memperkuat posisi Indonesia dalam industri global. Tidak hanya sebagai pemasok bahan mentah, tetapi juga sebagai produsen komponen teknologi.

Indonesia saat ini mulai mengembangkan hilirisasi nikel untuk mendukung industri baterai. Langkah ini diharapkan dapat mempercepat adopsi kendaraan listrik, termasuk di sektor pertambangan.

"Nah, ini Indonesia mulai mempunyai peluang yang kuat dalam pengembangan supply chain di komponen itu termasuk di baterai. Di sini kan nikel, berarti nanti NMC ya, Nikel Mangan Kobalt, itu yang perlu kita hilirisasi," sebut Solehan.

Lebih jauh, ia menekankan bahwa elektrifikasi harus menjadi bagian dari industrialisasi nasional. Dengan begitu, dampaknya tidak hanya pada lingkungan, tetapi juga pada pertumbuhan ekonomi.

Pengembangan smelter dan industri turunan nikel mampu menciptakan nilai tambah signifikan. Hal ini juga membuka peluang bagi produksi komponen alat berat berbasis listrik di dalam negeri. Pemerintah berharap sektor pertambangan berperan utama dalam penerapan teknologi bersih di industri berat.

"Hal ini memang menjadi modal penting agar elektrifikasi di sektor pertambangan tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tapi juga mendorong pertumbuhan industri manufaktur dalam negeri itu sendiri," sebut Solehan.

(pgr/pgr) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Kurangi Ketergantungan Impor Energi, RI Bisa Lakukan Hal Ini


Most Popular
Features