Industri Siap Pasok EV, Elektrifikasi Pertambangan Bisa Lari Kencang
Jakata, CNBC Indonesia - Product Support Director PT Gaya Makmur Tractors Surateman mengungkapkan kendaraan listrik yang dirancang untuk operasional pertambangan telah siap digunakan oleh industri, serta mendukung transisi energi. Penggunaan EV di wilayah pertambangan pun diperkirakan bisa menghemat biaya BBM, dan mengantisipasi lonjakan harga di tengah ketidakpastian.
"Beberapa alat kita trial sudah terpenuhi kebutuhan untuk tambang, eskavator juga bisa digunakan, terutama untuk dump truck. Jadi EV ini sudah siap bantu bapak-bapak sekalian, dan bisa digunakan sebanyak mungkin," ungkap Surateman dalam EV Transition in Mining Industry Outlook 2026, Rabu, (29/4/2026).
Menurutnya, di tengah situasi ini, demand terhadap kendaraan EV untuk tambang adalah keniscayaan. Pasalnya, jika tidak menggunakan EV, maka belanja modal untuk operasional tambang bisa lebih mahal, selain itu biaya perawatan pun sangat besar.
"Beberapa perusahaan besar pakai fuel ratusan juta, kalau bisa efisiensi 85% kebayang kan?" kata dia.
Surateman mengatakan, teknologi listrik di alat berat untuk tambang sudah dilakukan di beberapa negara dalam beberapa tahun terakhir, terutama di China. Di Indonesia uji coba juga sudah dilakukan oleh GM Group selama setahun terakhir.
"Kami GM Group bersama salah satu konsesi tambah terbesar di Kalimantan sudah trual untuk EV (di pertambangan) jadi sudah satu tahun. Mudah-mudahan tidak lama lagi meluncurkan equipment 110 ton," kata dia.
Untuk daya tahan, ada garansi baterai selama 5 tahun dengan operasi di tambang rata-rata 30 ribu jam. Untuk sparepart, GM Group menjamin setiap barang yang datang ada 10 aspek yang harus dipenuhi, sehingga tidak perlu khawatir saat harus ada penggantian.
"Kami siapkan jadi tidak perlu khawatir, lalu charging jika punya equipment lain bisa pakai charging sama jadi standarisasi proven dari kami," ungkap Surateman.
source on Google [Gambas:Video CNBC]