MARKET DATA

Bantuan Pangan Sedot Minyakita, Zulhas Ungkap Rencana Baru Pemerintah

Martyasari Rizky,  CNBC Indonesia
22 April 2026 15:45
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan saat konferensi pers i kantornya, Jakarta, Rabu (22/4/2026). (CNBC Indonesia/Martyasari Rizky)
Foto: Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan diapit Mendag Budi Santoso (kiri) dan Mentan Amran Sulaiman (kanan) saat konferensi pers i kantornya, Jakarta, Rabu (22/4/2026). (CNBC Indonesia/Martyasari Rizky)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) mengungkapkan tingginya penyerapan Minyakita untuk program bantuan pangan pemerintah. Ia menyebut, popularitas Minyakita yang semakin tinggi membuat pasokan di pasar tidak mencukupi, apalagi ketika produk tersebut juga digunakan untuk kebutuhan bantuan pangan.

"Minyakita ini terlalu populer sekarang. Semua orang belinya Minyakita. Nah, karena itu kami barusan rapat, nanti Minyakita itu dikoordinir sebagian besar oleh BUMN Bulog, untuk kembali dia memenuhi pasar-pasar tradisional yang ada di 500 kabupaten/kota itu," ujar Zulhas dalam konferensi pers di kantornya, Jakarta, Rabu (22/4/2026).

Ia menilai, distribusi bantuan pangan dalam skala besar telah menyedot pasokan Minyakita dari pasar tradisional sehingga berdampak pada kenaikan harga.

"Sementara nanti kalau ada bantuan pangan, seperti kemarin dan bulan ini kita ada bantuan pangan 18 juta (keluarga penerima manfaat) ya. Dikali dua jadi 33 juta untuk dua bulan. Jadi, kemarin ada 33 juta bantuan pangan, kali 2 liter. Nah pakai Minyakita. Itu tuh kesedot, sehingga di pasar agak berkurang, sehingga harga menjadi naik. Nah ini cepat kita akan supply-nya kita tambah," jelasnya.

Menurutnya, besarnya volume bantuan tersebut menjadi faktor utama terganggunya keseimbangan pasokan di pasar.

"Jadi sudah ketemu sebabnya kenapa harga naik, karena ada bantuan pangan. Oh itu banyak sekali tuh, yang dari pasar tradisional pindah ke bantuan pangan," ucap dia.

Untuk mengatasi kondisi ini, pemerintah akan mengatur ulang distribusi agar pasokan di pasar kembali normal dan tidak terganggu program bantuan. Dalam hal ini, Zulhas menegaskan, ke depan bantuan pangan tidak lagi bergantung pada Minyakita agar pasokan di pasar tetap terjaga.

"Nanti Bulog kalau ada bantuan pangan, boleh pakai merek apa saja. Kita akan bicara dengan produsen dengan harga yang sama. Jadi ada tambahan, sehingga tidak mengganggu Minyakita yang ada di pasar-pasar tradisional itu," kata Zulhas.

Ia juga mengingatkan, Minyakita sejak awal memang diperuntukkan bagi pasar tradisional sebagai pengganti minyak curah.

"Minyakita itu asalnya, dulunya minyak curah. Dulunya itu nggak ada Minyakita kan. Itu di pasar-pasar tradisional itu pakai drum. Itu orang dicurah belinya. Karena jorok kita ubah pakai packaging namanya Minyakita. Jadi minyak kita itu aslinya untuk di pasar tradisional," terang dia.

Sementara itu, Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso menyatakan pemerintah masih fokus mencari solusi pasokan minyak goreng untuk program bantuan pangan agar tidak mengganggu distribusi di pasar.

"Belum tahu nanti. Sekarang kan sebagian Minyakita. Nanti kita akan ketemu produsen. Kita cari solusinya untuk bantuan pangan. Ya bisa macam-macam nanti, tergantung kesepakatan," kata Budi saat ditemui usai konferensi pers, di kantor Kemenko Pangan, Jakarta.

Sebagai informasi, berdasarkan Sistem Pemantauan Pasar Kebutuhan Pokok (SP2KP) Kementerian Perdagangan, harga Minyakita secara rata-rata nasional hari ini, Rabu (22/4/2026) berada di level Rp15.926 per liter, atau masih berada di atas harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah Rp15.700 per liter.

(dce) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Tinggal Teken, Aturan Baru Penjualan Minyakita Bakal Berlaku Awal 2026


Most Popular
Features