Video

Video:Jurus PNRE Gaet Investasi & Teknologi Biometanol Yang Bikin Cuan

CNBC Indonesia TV,  CNBC Indonesia
21 April 2026 11:01

Jakarta, CNBC Indonesia- Direktur Utama Pertamina NRE, John Anis optimistis terhadap strategi pengembangan biometanol PNRE melalui pemanfaatan limbah sawit yakni Palm Oil Mill Effluent (POME) di KEK Sei Mangkei, Sumatra Utara yang bekerjasama dengan Perusahaan cleantech asal Singapura yakni cRecTech Pte.Ltd.

Proyek pengembangan Biometanol yang ditargetkan dapat beroperasi di akhir tahun 2026 atau awal tahun 2027 ini akan diperkuat dari sektor hulu ke hilir mulai dari ketersediaan dan logistik bahan baku, proses pengolahan yang efisien hingga offtaker atau pembeli tetap.

PNRE akan berfokus mengembangkan Biometanol untuk pasar pembangkit dan transportasi maritim hingga ke Singapura dengan target produksi awal sebesar 50ton yang secara bertahap naik menjadi 10 ribu hingga 30 ribu hingga 35 juta ton per annum (TPA) di tahun 2035.

John Anis juga terus memperkuat kolaborasi dalam pengembangan teknologi dan investasi di industri energi hijau di PNRE baik itu dari technology provider maupun research center yang efisien. Diharapkan upaya untuk mendukung target swasembada dan ketahanan energi RI ini mendapatkan dukungan pemerintah untuk menjadikan sektor ini semakin bernilai ekonomis dan berdaya saing.

Seperti apa inisiatif energi hijau PNRE? Selengkapnya simak dialog Syarifah Rahma dengan Direktur Utama Pertamina NRE, John Anis dalam Squawk Box, CNBC Indonesia (Selasa, 21/04/2026)


Add logo_svg as a preferred
source on Google