MARKET DATA
Internasional

AS-Iran Panas Lagi, Ini Update Kapal-Kapal di Selat Hormuz

tfa,  CNBC Indonesia
21 April 2026 09:00
Kapal dan tanker di Selat Hormuz di lepas pantai Musandam, Oman, 18 April 2026. (REUTERS/Stringer)
Foto: Ilustrasi Selat Hormuz (REUTERS/Stringer)

Jakarta, CNBC Indonesia - Ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran kembali memanas dan berdampak langsung pada aktivitas pelayaran di Selat Hormuz. Lalu lintas kapal sempat melonjak di akhir pekan, namun kembali melambat usai serangkaian serangan terhadap kapal komersial.

Berdasarkan data LSEG, setidaknya 20 kapal, mulai dari tanker minyak hingga kapal kargo curah dan kontainer, melintasi Selat Hormuz pada Sabtu. Salah satunya adalah kapal tanker raksasa FPMC C Lord yang membawa sekitar 2 juta barel minyak mentah asal Arab Saudi menuju Taiwan.

Namun situasi berubah drastis keesokan harinya. Lalu lintas kapal nyaris terhenti pada Minggu setelah insiden serangan terhadap kapal komersial memicu kekhawatiran keamanan di kawasan tersebut.

Harga minyak dunia pun langsung merespons. Pada Senin, harga melonjak sekitar 6% seiring minimnya aktivitas pelayaran. Data menunjukkan hanya tujuh kapal yang melintasi selat pada hari itu, sedikit meningkat namun masih jauh di bawah kondisi normal.

Iran sebelumnya sempat menyatakan Selat Hormuz terbuka untuk pelayaran komersial pada Jumat, menyusul gencatan senjata di Lebanon yang dimediasi AS. Namun sehari kemudian, Teheran mengklaim kembali menutup jalur tersebut setelah Presiden AS, Donald Trump, menolak mencabut blokade terhadap pelabuhan Iran.

Ketegangan memuncak saat Garda Revolusi Iran dilaporkan menembaki sebuah kapal tanker pada Sabtu. Dalam insiden terpisah, sebuah proyektil tak dikenal juga menghantam kapal kontainer, menurut laporan dari Pusat Operasi Perdagangan Maritim Inggris.

"Kami sangat prihatin karena dua kapal berbendera India menjadi target serangan di kawasan tersebut," kata perwakilan pemerintah India dalam pernyataannya, seperti dikutip CNBC International, Selasa (21/4/2026).

Di sisi lain, militer AS juga meningkatkan respons. Angkatan Laut AS pada Minggu dilaporkan menembaki sebuah kapal kargo Iran di Teluk Oman sebelum Marinir mengambil alih kendali kapal tersebut. Trump menyebut kapal itu berupaya menerobos blokade laut yang diberlakukan Washington terhadap Iran.

Memanasnya situasi ini kembali menegaskan rapuhnya stabilitas di Selat Hormuz, jalur yang dilalui sekitar 20% pasokan minyak dunia. Gangguan sekecil apa pun di kawasan ini berpotensi memicu gejolak harga energi global.

Sementara itu, dari data AFP, secara rinci sebenarnya puluhan kapal komersial melewati selat tersebut sebelum Iran menutup kembali jalur tersebut pada hari Sabtu. Pada Minggu, hanya empat kapal yang berhasil menyeberang ke kedua arah, menurut perusahaan pelacakan maritim Kpler.

Senin, kapal Nova Crest berbendera Iran yang dikenai sanksi oleh AS, meninggalkan Teluk sekitar pukul 04.00 GMT pada hari Senin. Kapal lalu melanjutkan perjalanannya melalui Teluk Oman, menurut Marine Traffic.

Iran juga mengizinkan kapal tanker gas Axon I yang dikenai sanksi untuk memasuki Teluk kemarin. Kapal mengarah ke UEA dan disebut "tidak tunduk pada blokade AS".

Kapal lain yang melintas adalah Starway berbendera Panama, milik perusahaan Hechuang International Group yang berbasis di Tiongkok. Kapal tanker tersebut berlayar ke arah barat melalui rute yang disetujui Iran sekitar pukul 08.00 GMT pada hari Senin, tetapi berbalik arah sekitar pukul 12.00 GMT dan terakhir terdeteksi menuju kembali ke selat tersebut.

Di sisi lain, kapal kontainer berbendera Prancis CMA CGM Everglademelaporkan terkena "proyektil tak dikenal yang menyebabkan kerusakan pada beberapa kontainer". Ini dilaporkan United Kingdom Maritime Trade Operations (UKMTO).

Menurut Bloomberg, lebih dari 750 kapal komersial mengirimkan sinyal dari dalam Teluk pada hari Minggu. Di mana sekitar 350 di antaranya adalah kapal tanker minyak atau gas.

(tfa/șef) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Konflik China-Jepang Makin Ngeri, Kapal-Kapal Panas di Laut


Most Popular
Features