Video: Saat Rupiah Sentuh Rekor Terlemah, Kemana Arah Kebijakan BI?
Jakarta, CNBC Indonesia- Economist CNBC Indonesia, Maesaroh mengungkapkan sejumlah dampak rambatan penutupan kembali Selat Hormuz di tengah perang AS Vs Iran yang belum selesai.
Kondisi ini tidak hanya mengganggu rantai pasok energi namun juga mengerek harga minyak mentah, LPG hingga BBM. Bagi Indonesia naiknya harga minyak tidak hanya membebani APBN dan membengkaknya subsidi energi dan tertekannya posisi nilai tukar Rupiah. Di sisi lain, kenaikan harga BBM Nonsubsidi juga harus diwaspadai terhadap dampaknya ke daya beli, kenaikan inflasi hingga ekonomi RI.
Ketegangan Timur Tengah ini juga akan mempengaruhi arah kebijakan suku bunga bank sentral global termasuk The Fed dan Bank Indonesia. Diperkirakan BI dalam RDG April 2026 masih akan menahan level BI Rate mengingat posisi Rupiah yang menyentuh level terlemah sepanjang masa.
Seperti apa dampak perang ke APBN, Rupiah hingga pasar modal RI? Selengkapnya simak dialog Andi Shalini dengan Economist CNBC Indonesia, Maesaroh dalam Squawk Box, CNBC Indonesia (Senin, 20/04/2026)
Add
source on Google