MARKET DATA

Trump Klaim Iran Loyo, Intelijen AS Justru Bongkar Kekuatan Asli

Thea Arbar,  CNBC Indonesia
19 April 2026 14:15
Sebuah proyektil yang diluncurkan dari Iran menuju ke arah Israel, di tengah konflik AS-Israel dengan Iran, seperti yang terlihat dari Ramallah, di Tepi Barat yang diduduki Israel, 6 April 2026. (REUTERS/ Mohammed Torokman)
Foto: Sebuah proyektil yang diluncurkan dari Iran menuju ke arah Israel, di tengah konflik AS-Israel dengan Iran, seperti yang terlihat dari Ramallah, di Tepi Barat yang diduduki Israel, 6 April 2026. (REUTERS/Mohamad Torokman)

Jakarta, CNBC Indonesia - Narasi bahwa Iran sudah "loyo" yang diteriakkan oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mulai runtuh. Data intelijen terbaru justru mengungkap fakta berbeda: kekuatan militer Teheran masih jauh dari kata habis, bahkan tetap menjadi ancaman serius di kawasan.

Dalam beberapa pernyataannya, Trump menyebut kemampuan rudal dan drone Iran telah hancur dan hanya menyisakan sedikit aset tempur. Namun, laporan intelijen AS menunjukkan gambaran kontras. Sekitar setengah peluncur rudal Iran dilaporkan masih utuh, sementara ribuan drone serang satu arah masih tersimpan di gudang senjata mereka.

Bahkan, sumber intelijen memperingatkan kemampuan tersebut masih cukup untuk memicu eskalasi besar.

"Mereka masih sangat siap untuk menciptakan kekacauan total di seluruh kawasan," ujar salah satu sumber, seperti dikutip NBC News, Minggu (19/4/2026).

Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth sempat memperkuat narasi bahwa program militer Iran telah lumpuh. Ia menyebut persediaan rudal menipis dan tidak lagi efektif. Namun belakangan, ia mengakui Iran masih berupaya mengaktifkan kembali persenjataannya dengan "menggali" rudal dan peluncur yang tersisa.

Temuan intelijen juga mengungkap bahwa sebagian besar arsenal Iran selamat karena disimpan di jaringan bawah tanah yang luas, membuatnya sulit dihancurkan lewat serangan udara.

Penilaian terbaru bahkan menyebut AS dan sekutunya kemungkinan baru menghancurkan sebagian dari total persenjataan Iran. Sisanya masih tersembunyi, rusak sebagian, atau bisa dipulihkan dalam waktu tertentu.

Sejalan dengan itu, laporan terbaru menyebut Iran masih memiliki ribuan rudal dan drone meski telah digempur serangan besar-besaran oleh AS dan Israel. Persenjataan ini dinilai tetap mampu mengancam pasukan AS dan sekutunya, terutama jika konflik kembali memanas.

Kontradiksi antara klaim politik dan data intelijen ini memperlihatkan bahwa kekuatan militer Iran belum sepenuhnya runtuh. Di tengah tekanan militer dan ekonomi, Teheran masih menyimpan daya pukul signifikan, yang disebut dapat menjadi faktor penentu jika konflik kembali eskalatif.

(mkh/mkh) Add as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Menguak Ultimatum Trump ke Iran, Serangan Militer Tak Semudah Itu


Most Popular
Features