MARKET DATA
Internasional

Trump Sesumbar Lagi, Sebut Uranium Iran Siap Diangkut ke AS

luc,  CNBC Indonesia
18 April 2026 06:45
Presiden AS Donald Trump mengadakan konferensi pers di Ruang Briefing Pers James S. Brady di Gedung Putih di Washington, D.C., AS, 6 April 2026. (REUTERS/Evan Vucci)
Foto: Presiden AS Donald Trump mengadakan konferensi pers di Ruang Briefing Pers James S. Brady di Gedung Putih di Washington, D.C., AS, 6 April 2026. (REUTERS/Evan Vucci)

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengungkap skenario tak biasa dalam rencana kesepakatan damai dengan Iran. Ia menyebut Washington dan Teheran akan bekerja sama langsung untuk mengambil cadangan uranium Iran sebelum material tersebut dipindahkan ke wilayah AS.

Pernyataan itu disampaikan Trump pada Jumat (17/4/2026) waktu setempat di hadapan pendukung gerakan konservatif Turning Point USA di Phoenix, Arizona. Ucapan tersebut muncul di tengah perbedaan sikap yang masih terlihat antara kedua negara terkait nasib stok uranium Iran.

"Seseorang bertanya, bagaimana kita akan mengambil 'debu nuklir' itu? Kita akan mendapatkannya dengan masuk bersama Iran, dengan banyak ekskavator," kata Trump dalam pidatonya, dikutip dari AFP.

Ia bahkan menekankan skala operasi yang dibayangkan. "Kita membutuhkan ekskavator terbesar yang bisa Anda bayangkan," lanjutnya.

Trump menambahkan bahwa proses tersebut akan dilakukan bersama-sama dengan Iran. "Tapi kita akan masuk bersama Iran. Kita akan mengambilnya. Kita akan membawanya pulang ke Amerika Serikat dalam waktu sangat dekat."

Pernyataan ini memperluas klaim Trump sehari sebelumnya, ketika ia menyebut Iran telah menyetujui untuk menyerahkan uranium yang diperkaya. Namun, saat itu ia tidak memberikan rincian lebih lanjut mengenai mekanisme pemindahannya.

Di sisi lain, Kementerian Luar Negeri Iran sebelumnya telah menegaskan posisi yang bertolak belakang. Mereka menyatakan bahwa stok uranium yang telah diperkaya milik Iran tidak akan dipindahkan ke negara manapun.

Istilah "debu nuklir" sendiri kerap digunakan Trump untuk merujuk pada stok uranium yang diperkaya milik Iran, yang oleh AS dituduh disimpan sebagai bagian dari upaya membangun senjata nuklir. Namun dalam beberapa kesempatan, istilah itu juga ia gunakan untuk menggambarkan material sisa dari serangan AS terhadap fasilitas nuklir Iran pada Juni tahun lalu.

Meski masih terdapat perbedaan pandangan, Trump menunjukkan optimisme yang makin tinggi terhadap peluang tercapainya kesepakatan damai. Dalam pernyataannya kepada AFP, ia mengatakan bahwa tidak ada hambatan berarti dalam perundingan.

"Tidak ada titik buntu" dan kesepakatan "sangat dekat," ujarnya.

Pernyataan mengenai Iran tersebut disampaikan Trump dalam sebuah acara yang juga sarat nuansa emosional. Ia diperkenalkan oleh Erika Kirk, istri mendiang pendiri Turning Point USA, Charlie Kirk, sekutu Trump yang tewas dibunuh pada September lalu.

 

(luc/luc) Add as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Awas Perang! Trump Kembali Warning Iran, Beri Sinyal Serangan Militer


Most Popular
Features