Geger! Bos Pentagon Kutip "Ayat Palsu" Alkitab, Ternyata Dialog Film
Jakarta,CNBC Indonesia -Â Menteri Perang AS Pete Hegseth membuat kontroversi. Ia menjadi sorotan setelah menyampaikan doa dalam sebuah ibadah di Pentagon yang ternyata menyerupai dialog film Pulp Fiction.
Dalam acara tersebut, Hegseth memimpin doa terkait misi penyelamatan pilot militer AS di Iran. Ia menyebut doa itu sebagai "CSARÂ (Combat Search and Rescue) 25:17"Â dan mengaitkannya dengan ayat Alkitab Yehezkiel 25:17.
Namun, isi doa yang dibacakan justru memiliki kemiripan kuat dengan monolog terkenal yang dibawakan Samuel L. Jackson dalam film karya Quentin Tarantino. Dalam doanya, Hegseth mengucapkan kalimat panjang tentang "jalan penuh ketidakadilan dan amarah besar", yang secara struktur dan narasi hampir identik dengan versi fiksi dalam film, bukan teks asli Alkitab.
Sebagai perbandingan, ayat Yehezkiel 25:17 dalam Alkitab jauh lebih singkat. Ayat itu tidak memuat narasi panjang seperti yang disampaikan Hegseth.
Pidato tersebut langsung menjadi perhatian publik, terutama di media sosial. Banyak pengguna mempertanyakan apakah Hegseth menyadari bahwa kutipan tersebut berasal dari film, bukan kitab suci.
Mengutip Al-Jazeera, Jumat (17/4/2026), beberapa komentar bahkan menyebut insiden ini "memalukan". Mereka menyoroti inkonsistensi antara retorika religius dan sumber kutipan yang digunakan.
Kontroversi ini muncul di tengah meningkatnya tensi geopolitik, khususnya konflik yang melibatkan AS dan Iran. Doa tersebut disampaikan dalam konteks dukungan terhadap operasi militer, termasuk misi penyelamatan pilot yang jatuh di wilayah Iran.
Hal ini memunculkan kritik lebih luas terkait penggunaan simbol dan narasi keagamaan dalam konteks perang. Kasus ini juga menambah daftar polemik di pemerintahan Donald Trump, di mana isu agama, politik, dan militer kerap beririsan.
Sementara itu dimuat The Guardian, Hegseth mengklaim ayat itu diberikan kepadanya oleh salah satu pilot Angkatan Udara AS yang melakukan serangan terhadap Iran. Ia tidak mengakui bahwa sebagian besar teks tersebut bukanlah ayat suci sama sekali, melainkan dialog yang ditulis oleh pembuat film yang diproduksi tahun 1994 tersebut.
Hegseth sendiri adalah anggota dari Persekutuan Gereja-Gereja Injili Reformasi. Ia rutin mengadakan kebaktian rutin di Pentagon selama berbulan-bulan.
Perlu diketahui, doa tersebut dibacakan hanya beberapa jam sebelum anggota DPR dari Partai Demokrat mengajukan pasal-pasal pemakzulan terhadap Hegseth. Ia dugaan melakukan kejahatan perang dan penyalahgunaan kekuasaan atas penanganannya terhadap perang Iran.
(sef/sef) Addsource on Google [Gambas:Video CNBC]