MARKET DATA
Internasional

Tiba-tiba Dubes Iran Temui Kaesang Anak Jokowi, Ada Apa?

tfa,  CNBC Indonesia
17 April 2026 05:30
Duta Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, menyampaikan pidatonya dalam konferensi pers di kediaman Duta Besar Iran, menyusul serangan Israel dan AS terhadap Iran dan pembunuhan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, di Jakarta, Indonesia, 2 Maret 2026. REUTERS/Ajeng Dinar Ulfiana
Foto: Duta Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, menyampaikan pidatonya dalam konferensi pers di kediaman Duta Besar Iran, menyusul serangan Israel dan AS terhadap Iran dan pembunuhan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, di Jakarta, Indonesia, 2 Maret 2026. REUTERS/Ajeng Dinar Ulfiana

Jakarta, CNBC Indonesia - Ketua Umum DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kaesang Pangarep menerima kunjungan Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi. Pertemuan tersebut berlangsung di tengah dinamika geopolitik global yang memanas, khususnya terkait kawasan Timur Tengah dan jalur energi dunia.

Dalam pertemuan tersebut, Kaesang menyampaikan aspirasi terkait kelancaran distribusi energi Indonesia, khususnya bagi kapal tanker milik PT Pertamina (Persero) yang melintasi Selat Hormuz, yakni jalur vital perdagangan minyak global yang belakangan terdampak konflik kawasan.

"Kami tadi menyampaikan aspirasi supaya tanker-tanker Indonesia yang membawa minyak milik Pertamina bisa melewati Selat Hormuz. Tadi juga sudah direspons akan segera bisa karena tinggal mengurus sedikit technical issue," ujar Kaesang, Kamis (16/4/2026), dikutip dari akun Instagram resmi PSI.

Kaesang menambahkan, hubungan bilateral Indonesia dan Iran sejauh ini berjalan baik tanpa hambatan berarti. Ia juga menyampaikan ucapan selamat kepada rakyat Iran atas kepemimpinan baru mereka, seraya berharap situasi kawasan segera membaik.

"Semoga perdamaian segera tercapai permanen. Tak perlu lagi jatuh korban-korban," katanya.

Sebelum bertemu Kaesang, Boroujerdi juga lebih dulu mengunjungi Solo untuk bertemu Presiden ke-7 RI Joko Widodo pada awal April 2026. Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak membahas perkembangan kawasan serta dampak konflik yang melibatkan Iran.

Menurut pernyataan Kedutaan Besar Iran, diskusi mencakup situasi terkini akibat "perang yang dipaksakan terhadap Republik Islam Iran" serta implikasi kemanusiaan dan ekonomi yang ditimbulkannya.

"Bapak Joko Widodo menyampaikan rasa simpati kepada rakyat Iran, serta menyatakan dukungan dirinya dan rakyat Indonesia terhadap keteguhan dan perlawanan pemerintah dan rakyat Iran dalam mempertahankan kedaulatan nasional," tulis pernyataan tersebut.

Boroujerdi juga memaparkan kondisi di lapangan, termasuk serangan terhadap kawasan sipil, infrastruktur vital, dan fasilitas ekonomi di Iran. Kedutaan menegaskan, Iran memiliki hak untuk membela diri sesuai hukum internasional.

Kedua pihak turut menegaskan pentingnya menjaga hubungan bilateral yang telah lama terjalin, serta mendorong dialog dan kerja sama yang lebih erat di berbagai sektor.

(tfa/tfa) Add as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Dubes Iran Pastikan WNI Aman di Tengah Protes Mematikan


Most Popular
Features