12 Update Terkini Perang AS-Iran, Negosiasi Tahap 2-Respons China
Daftar Isi
- 1. Krisis Baru di BumiÂ
- 2. Wall Street Cetak Rekor
- 3. Netanyahu Klaim Satu Suara dengan AS soal Iran
- 4. Bubarkan Hizbullah
- 5. Negosiasi AS-Iran Tahap 2 Dibahas
- 6. Israel Perintahkan Zona Operasi di Lebanon
- 7. China Respons PerdamaianÂ
- 8. AS Blokade Laut Iran
- 9. Diplomasi Intensif Pakistan
- 10. 11 Negara Serukan Bantuan Darurat
- 11. Inggris Menolak Terlibat Perang
- 12. Iran Teguh soal Uranium
Jakarta, CNBC Indonesia - Ketegangan konflik di Timur Tengah yang melibatkan Amerika Serikat (AS) dan Iran masih terus berkemban. Bahkan ada dampak yang meluas ke ekonomi global hingga dinamika diplomasi internasional.
Sejumlah perkembangan terbaru muncul mencakup potensi lonjakan krisis pangan, optimisme negosiasi damai, hingga respons dari China. Berikut update terbaru terkait situasi perang antara AS dan Iran, sebagaimana dihimpun CNBC Indonesia pada Kamis (16/4/2026).
1. Krisis Baru di BumiÂ
Kepala Ekonom Bank Dunia, Indermit Gill, memperingatkan konflik ini berpotensi memperburuk krisis pangan global secara signifikan. Ia menilai efek domino dari perang akan menekan ekonomi global dan memperparah kondisi negara-negara rentan.
"Ada sekitar 300 juta orang yang sudah menderita kerawanan pangan akut. Jumlah itu akan meningkat sekitar 20 persen dengan sangat cepat," ujar Gill kepada AFP.
2. Wall Street Cetak Rekor
Di tengah ketegangan geopolitik, indeks utama Wall Street justru mencatatkan rekor tertinggi. Kenaikan ini dipicu optimisme investor terhadap potensi tercapainya kesepakatan antara AS dan Iran dalam waktu dekat.
3. Netanyahu Klaim Satu Suara dengan AS soal Iran
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menegaskan kesamaan sikap negaranya dengan AS dalam menghadapi Iran.
"Kami ingin melihat material yang diperkaya dikeluarkan dari Iran; kami ingin melihat penghapusan kemampuan pengayaan di Iran; dan, tentu saja, kami ingin melihat Selat Hormuz dibuka kembali," katanya dalam pidato televisi.
4. Bubarkan Hizbullah
Sementara itu, Netanyahu juga menyebut pembubaran Hizbullah sebagai prioritas utama dalam pembicaraan dengan Lebanon. "Ada dua tujuan utama: pertama, pembubaran Hizbullah; kedua, perdamaian berkelanjutan... yang dicapai melalui kekuatan," tegasnya.
5. Negosiasi AS-Iran Tahap 2 Dibahas
Gedung Putih mengungkapkan bahwa putaran kedua pembicaraan damai dengan Iran tengah dipersiapkan. Sekretaris Pers Karoline Leavitt mengatakan pembicaraan lanjutan "sangat mungkin" digelar di Islamabad, Pakistan, dengan optimisme kesepakatan dapat dicapai.
6. Israel Perintahkan Zona Operasi di Lebanon
Kepala Staf Militer Israel memerintahkan wilayah selatan Sungai Litani di Lebanon dijadikan "zona pembunuhan" Hizbullah. Hal ini seiring eskalasi operasi militer besar-besaran di kawasan tersebut.
7. China Respons PerdamaianÂ
Menteri Luar Negeri China Wang Yi menyatakan dukungan terhadap upaya diplomasi yang sedang berlangsung. Beijing, kata Wang kepada mitranya dari Iran, mendukung "pemeliharaan momentum gencatan senjata dan perundingan perdamaian."
8. AS Blokade Laut Iran
Komando militer AS (CENTCOM) mengklaim telah menghentikan 10 kapal keluar dari pelabuhan Iran dalam 48 jam pertama blokade laut. Namun, data pelacakan menunjukkan setidaknya tiga kapal tetap berhasil melintasi Selat Hormuz, meskipun sebagian kemudian berbalik arah.
9. Diplomasi Intensif Pakistan
Perdana Menteri (PM) Pakistan Shehbaz Sharif memulai kunjungan diplomatik ke Arab Saudi, Qatar, dan Turki. Sementara itu, delegasi militer Pakistan juga melakukan pertemuan dengan pejabat Iran di Teheran.
10. 11 Negara Serukan Bantuan Darurat
Sebanyak 11 negara, termasuk Inggris dan Jepang, mendesak IMF dan Bank Dunia. Mereka meminta IMF memberikan "dukungan darurat terkoordinasi" guna membantu negara-negara yang terdampak gangguan ekonomi akibat konflik.
11. Inggris Menolak Terlibat Perang
Perdana Menteri Inggris Keir Starmer menegaskan negaranya tidak akan ikut serta dalam konflik. "Kami tidak akan terseret ke dalam perang ini. Ini bukan perang kami," ujarnya di parlemen, menanggapi tekanan dari Presiden AS Donald Trump.
12. Iran Teguh soal Uranium
Di sisi lain, Iran tetap bersikukuh bahwa haknya untuk memperkaya uranium tidak dapat diganggu gugat. Meski demikian, Kementerian Luar Negeri Iran menyatakan tingkat pengayaan uranium masih dapat menjadi bahan negosiasi dalam pembicaraan damai.
(tfa/luc) Addsource on Google [Gambas:Video CNBC]