Video: Harga Batu Bara-Nikel Meroket, RI Bakal Terapkan Windfall Tax?
Jakarta, CNBC Indonesia- Ketegangan Timur Tengah telah mengerek lonjakan harga komoditas global selain minyak mentah, salah satunya harga komoditas harga batu bara yang sudah melonjak sekitar 41% sejak awal tahun 2026 hingga menyentuh USD 130 per ton.
Lonjakan harga komoditas ini disebut menjadi peluang bagi Indonesia untuk mengalami windfall yang dapat mengerek devisa negara. Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan dan Pengembangan Usaha BUMN Kemenko Perekonomian RI, Ferry Irawan mengatakan dampak kenaikan harga batu bara hingga tembaga, nikel dan emas maupun CPO ini menjadi potensi untuk mendorong penerimaan negara.
Potensi penerimaan negara atas lonjakan harga komoditas andalan ekspor RI masih dihitung terkait volume dan besaran kenaikan hingga dampaknya terhadap postur APBN.
Sementara terkait rencana penerapan kebijakan Windfall tax, saat ini masih dalam kajian pemerintah karena terkait penerimaan negara hingga efeknya terhadap kelangsungan industri dan pelaku usaha.
Seperti apa potensi windfall komoditas di tengah perang? Selengkapnya simak dialog Shafinaz Nachiar dengan Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan dan Pengembangan Usaha BUMN Kemenko Perekonomian RI, Ferry Irawan dalam Closing Bell, CNBC Indonesia (Selasa, 14/04/2026)