Video:Kemenkeu Jamin Mesin Pertumbuhan Bekerja-APBN Dikelola Hati-hati
Jakarta, CNBC Indonesia- CNBC Indonesia bersama Bank Indonesia menghadirkan Central Banking Forum 2026 dengan tema "Ketahanan Ekonomi Indonesia dalam Menghadapi Volatilitas Nilai Tukar Global". Forum ini akan mengupas tuntas respons Indonesia dan otoritas moneter menghadapi tantangan global sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi nasional sekaligus menjaga kepercayaan dan perspektif positif pasar.
Direktur Strategis Stabilitas Ekonomi DJSEF Kementerian Keuangan RI, Noor Faisal Achmad dalam Central Banking Forum 2026 menyampaikan respon pemerintah dalam menghadapi gejolak ekonomi global imbas Perang Iran Vs Amerika Serikat-Israel.
Data ekonomi RI mencatat saat ini, sektor manufaktur masih ekspansif, surplus perdagangan berlanjut, inflasi terkendali, cadangan devisa memadai, pertumbuhan kredit yang masih kuat. Hal ini mencerminkan mesin pertumbuhan masih bekerja baik meski di pasar keuangan mengalami tekanan jual meski tekanan di Indonesia masih moderat dan depresiasi Rupiah masih terkendali dan yield SBN masih rendah sehingga persepsi risiko dan trust pasar terhadap Indonesia masih baik.
Dalam menjaga kepercayaan pasar, pengelolaan APBN dilakukan dengan prudent dan likuiditas memadai serta menjaga kredibilitas & komunikasi pembiayaan kredit agar pasar melihat respons pemerintah itu antisipatif dan terukur.
Inflasi juga dipastikan terkendali dan terjaga di 3,8% yang mengindikasikan harga domestik terkendali dan daya beli terjaga dengan permintaan domestik tumbuh sehat. Namun kenaikan harga energi global menjadi risiko yang diwaspadai namun transmisi ke domestik dapat direspons
APBN dipastikan berperan sebagai "shock absorber" di tengah gejolak geopolitik dimana APBN mampu menjaga harga BBM tetap stabil dan defisit APBN ditargetkan 2,9% PDB dan ekonomi Q1-2026 ditargetkan 5,5% atau lebih
Selengkapnya simak dalam Central Banking Forum 2026, CNBC Indonesia (Selasa, 14/04/2026)