MARKET DATA

Wapres AS Sebut Perundingan dengan Iran Gagal Capai Kesepakatan!

pgr,  CNBC Indonesia
12 April 2026 10:30
U.S. Vice President JD Vance boards Air Force Two for expected departure to Pakistan for talks on Iran, at Joint Base Andrews, Maryland, U.S., April 10, 2026. Jacquelyn Martin/Pool via REUTERS
Foto: via REUTERS/Jacquelyn Martin

Jakarta, CNBC Indonesia - Wakil Presiden AS JD Vance mengatakan bahwa pembicaraan dengan Iran gagal mencapai kesepakatan, dan menyatakan bahwa ia akan pulang setelah mengajukan "penawaran terakhir dan terbaik".

Vance memberi sinyal bahwa ia masih memberikan waktu kepada Iran untuk mempertimbangkan penawaran dari Amerika Serikat, yang pada hari Selasa menyatakan akan menghentikan sementara serangan bersama Israel selama dua minggu sambil menunggu hasil negosiasi.

"Kami pulang dari sini dengan sebuah proposal yang sangat sederhana, sebuah kesepakatan yang merupakan penawaran terakhir dan terbaik kami. Kita akan lihat apakah pihak Iran menerimanya," kata Vance kepada wartawan setelah 21 jam pembicaraan di ibu kota Pakistan, Islamabad, mengutip AFP, Minggu (12/4/2026).

Vance mengatakan bahwa inti perselisihan terletak pada senjata nuklir. Iran bersikeras bahwa mereka tidak mengejar bom atom, sementara Amerika Serikat dan Israel telah membom lokasi-lokasi sensitif Iran baik dalam perang yang diluncurkan pada 28 Februari maupun tahun lalu.

"Faktanya sederhana: kami perlu melihat komitmen tegas bahwa mereka tidak akan mengejar senjata nuklir dan tidak akan mengejar alat-alat yang memungkinkan mereka untuk dengan cepat mengembangkan senjata nuklir," kata Vance.

"Pertanyaannya sederhana: apakah kami melihat komitmen mendasar dari pihak Iran untuk tidak mengembangkan senjata nuklir - bukan hanya sekarang, bukan hanya dua tahun ke depan, tetapi untuk jangka panjang?

"Kami belum melihat itu. Kami berharap kami akan melihatnya."

Dalam pernyataan singkatnya di sebuah hotel mewah di Islamabad, tempat kedua belah pihak telah mengadakan pertemuan, Vance tidak menyinggung adanya ketidaksepakatan mengenai isu penting lainnya, yaitu pembukaan kembali Selat Hormuz, jalur sempit yang dilalui seperlima pasokan minyak dunia.

Dia menegaskan bahwa Presiden Donald Trump - yang pada Sabtu lalu di Washington mengatakan bahwa dia tidak peduli apakah kedua belah pihak mencapai kesepakatan - telah bersikap akomodatif dalam pembicaraan tersebut.

"Saya pikir kami cukup fleksibel. Kami cukup akomodatif. Presiden mengatakan kepada kami, 'Kalian harus datang ke sini dengan itikad baik dan berusaha sebaik mungkin untuk mencapai kesepakatan.'

"Kami melakukannya, dan sayangnya, kami tidak berhasil mencapai kemajuan."

(pgr/pgr) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Mengenal Bulan Sabit Emas, Markas Dewi Astutik Selain Segitiga Emas


Most Popular
Features