MARKET DATA

Trump Komentari Negosiasi dengan Iran di Pakistan: Kita Sudah Menang

Intan Rakhmayanti,  CNBC Indonesia
12 April 2026 10:15
Presiden AS Donald Trump bericara saat konferensi pers di Ruang Briefing Pers James S. Brady di Gedung Putih di Washington, D.C., AS, 6 April 2026. (REUTERS/Kevin Lamarque)
Foto: Presiden AS Donald Trump bericara saat konferensi pers di Ruang Briefing Pers James S. Brady di Gedung Putih di Washington, D.C., AS, 6 April 2026. (REUTERS/Kevin Lamarque)

Jakarta, CNBC Indonesia - Negosiasi perdamaian yang berlangsung antara Amerika Serikat (AS) dan Iran di Islamabad, Pakistan di hari pertama sudah selesai dan berlangsung selama 15 jam.

Perundingan akan memasuki hari kedua pada Minggu dini hari setelah delegasi kedua negara melanjutkan diskusi hingga melewati tengah malam di sebuah hotel mewah di ibu kota Pakistan.

Para negosiator bertemu tanpa sorotan publik, sementara jurnalis internasional menunggu perkembangan di pusat konvensi.

Wakil Presiden AS JD Vance memimpin langsung delegasi Washington. Ia menjadi pejabat Amerika dengan peringkat tertinggi yang bertemu langsung dengan Iran sejak Revolusi Islam 1979. Pertemuan ini terjadi hanya beberapa hari setelah AS dan Israel menghentikan perang dengan Iran yang mengguncang kawasan Timur Tengah dan ekonomi global.

Media Iran menyebut kedua pihak sempat mengambil jeda menjelang fajar. Teheran juga menuduh Washington mengajukan "tuntutan berlebihan" terkait Selat Hormuz.

Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa "negosiasi mendalam" sedang berlangsung, namun dalam interaksi dengan wartawan pada Sabtu, ia menyatakan tidak peduli dengan hasilnya.

Dan tegas mengatakan Amerika Serikat telah menang di medan perang setelah membunuh para pemimpin Iran dan menghancurkan infrastruktur militer utama.

"Apakah kita mencapai kesepakatan atau tidak, itu tidak ada bedanya bagi saya. Alasannya karena kita sudah menang," kata Trump, dikutip dari laporan AFP, Minggu (12/4/2026).

Meski demikian, pejabat Pakistan yang terlibat dalam proses tersebut mengatakan pembicaraan bergerak ke arah positif.

"Diskusi bergerak secara positif dan suasana keseluruhan kondusif," ujar pejabat tersebut kepada AFP dengan syarat anonim.

Berbeda dari perundingan sebelumnya, delegasi AS dan Iran kali ini bertemu langsung tanpa mediator. Iran disebut meminta kehadiran Vance karena posisinya yang tinggi serta sikap awalnya yang dilaporkan menentang perang.

Delegasi AS juga dihadiri Jared Kushner dan Steve Witkoff. Sementara delegasi Iran berjumlah sekitar 70 orang dipimpin Ketua Parlemen Mohammad Bagher Ghalibaf serta diikuti Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi.

(pgr/pgr) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Trump Mendadak Ancam Tutup Ruang Udara Venezuela, Ada Apa?


Most Popular
Features