MARKET DATA

Ada Apa Honda? Penjualan Tiga Bulan Berturut-turut Jeblok Terus

Ferry Sandi,  CNBC Indonesia
10 April 2026 18:45
Pengunjung melihat mobil terbaru yang terpajang dalam ajang Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Jumat (6/2/2026). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)
Foto: Pengunjung melihat mobil terbaru yang terpajang dalam ajang Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Jumat (6/2/2026). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Jakarta CNBC Indonesia - Kinerja penjualan Honda di pasar otomotif nasional belum menunjukkan tanda pemulihan. Sepanjang Januari hingga Maret 2026, penjualannya tercatat terus melemah dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Pada Januari 2026, Honda hanya membukukan penjualan 4.016 unit. Angka ini jauh lebih rendah dibanding Januari 2025 yang masih berada di level 7.276 unit. Penurunan berlanjut pada Februari, ketika penjualan Honda tercatat 5.385 unit, juga di bawah capaian Februari 2025 sebesar 8.757 unit.

Memasuki Maret 2026, tren negatif belum berhenti. Penjualan Honda kembali turun menjadi 4.129 unit, lebih rendah dibanding Maret 2025 yang mencapai 6.303 unit. Artinya, selama tiga bulan berturut-turut, penjualan Honda terkontraksi secara tahunan (year-on-year).

Tekanan ini membuat posisi Honda di pasar semakin terdesak. Bahkan, pada awal 2026 Honda sempat keluar dari empat besar merek terlaris dan mulai disalip pemain baru, termasuk merek asal China.

Penurunan ini juga mencerminkan perubahan preferensi konsumen. Segmen yang selama ini menjadi tulang punggung Honda seperti LCGC dan SUV kompak mulai menghadapi persaingan ketat, baik dari merek Jepang lain maupun pemain baru dengan harga lebih agresif.

Jika tren ini berlanjut, Honda berpotensi kehilangan pijakan yang selama ini relatif kuat di pasar domestik.

(dce) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Prediksi Bos Daihatsu, Penjualan Mobil Tahun 2025 Tembus 800.000 Unit


Most Popular
Features