MARKET DATA

Tempat Maruarar-Hercules Adu Argumen di Tanah Abang Dulu Red District

Chandra Dwi Pranata,  CNBC Indonesia
10 April 2026 14:55
Lokasi tempat Hercules dan Menteri Maruarar Sirait adu argumen di Tanah Abang, Jakarta. (CNBC Indonesia/Chandra DwI)
Foto: Lokasi tempat Hercules dan Menteri Maruarar Sirait adu argumen di Tanah Abang, Jakarta. (CNBC Indonesia/Chandra DwI)

Jakarta, CNBC Indonesia - Lahan yang akan dijadikan rumah susun (rusun) baru di dekat bantaran rel kereta api dekat Stasiun Tanah Abang, Jakarta Pusat ternyata sebelumnya merupakan kawasan pemukiman kumuh dan hiburan ilegal. Orang-orang menyebutnya 'red district'. Namun kini lahan tersebut sudah dipakai untuk parkir kendaraan.

Adapun lokasi lahan tersebut berada dekat Jalan Jati Bunder dan Jalan Jembatan Tinggi, atau berada di belakang Pasar Tanah Abang Blok G. Lahan ini sejatinya disebut sebagai "Lahan Bongkaran".

Menurut petugas keamanan yang berada di dekat lahan tersebut, pada awalnya lahan itu merupakan kawasan pemukiman kumuh di dekat bantaran rel dan rencananya akan dibongkar pada periode Gubernur Fauzi Bowo atau Foke. Namun, pembongkaran baru terealisasi saat periode Gubernur Joko Widodo atau (Jokowi).

"Dulu sebenarnya di sini pemukiman kumuh, rencananya sudah dari zamannya Pak Foke (Fauzi Bowo), katanya sih dibangun rusun gitu, tapi enggak tercapai," kata warga di lokasi tersebut saat ditemui Kamis (9/4/2026).

Sayangnya, setelah dibongkar era Gubernur Jokowi, pembangunan rusun kembali tak terealisasi. Namun sejak saat itu, lahan ini dipagari oleh PT Kereta Api Indonesia (Persero).

Meski sudah dipagari, tetapi pedagang kembali mendatangi lahan dan memanfaatkan untuk berjualan, sehingga lahan ini juga sempat menjadi lokasi Pasar Tasik, sebelum pada 2018 lalu akhirnya dipindahkan ke Cideng.

Lokasi tempat Hercules dan Menteri Maruarar Sirait adu argumen di Tanah Abang, Jakarta. (CNBC Indonesia/Chandra DwI)Foto: Lokasi tempat Hercules dan Menteri Maruarar Sirait adu argumen di Tanah Abang, Jakarta. (CNBC Indonesia/Chandra DwI)
Lokasi tempat Hercules dan Menteri Maruarar Sirait adu argumen di Tanah Abang, Jakarta. (CNBC Indonesia/Chandra DwI)

Setelah itu, lahan tetap kosong dan lagi-lagi pembangunan rusun belum terealisasi. Pada akhirnya, lahan tersebut dipakai untuk tempat parkir kendaraan truk logistik dan mobil pribadi pedagang.

"Ya intinya, sejak zaman Foke, terus ke zaman Jokowi masih jadi Gubernur DKI Jakarta, bahkan sampai sekarang pun enggak pernah terealisasi pembangunannya, akhirnya kosong-kosong terus, karena kosong, akhirnya dimanfaatkan untuk parkiran," terangnya.

Sebagai informasi, Lahan Bongkaran sempat menjadi lokasi prostitusi di Tanah Abang. Lokasi ini pun ditertibkan terkait aturan yang dicanangkan Gubernur Jokowi beserta Wakilnya Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) pada 2013 lalu.

Sebenarnya Bongkaran telah berkali kali dilakukan penertiban dimulai pada awal 1980an. Meski begitu tempat tersebut tetap saja transaksi kotor masihlah terjadi.

Saking tertutupnya tempat ini bahkan membuat periode Wakil Gubernur Ahok mengaku sebelumnya tidak mengetahui bahwa ada tempat prostitusi di wilayah Tanah Abang.

(chd/wur) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Pengumuman! Jadwal KRL ke Cikarang dan Rangkasbitung Besok Berubah


Most Popular
Features