MARKET DATA
Internasional

Gencatan Senjata AS-Iran Dimulai, Mojtaba Khamenei Muncul Beri Pesan

sef,  CNBC Indonesia
10 April 2026 08:41
Pemimpin tertinggi Iran yang baru, Mojtaba Khamenei, putra kedua dari mendiang Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, menghadiri pertemuan di Teheran, Iran, 18 Juli 2016. (Amir Kholousi/ISNA/WANA (West Asia News Agency) via REUTERS/File Foto)
Foto: Pemimpin tertinggi Iran yang baru, Mojtaba Khamenei (via REUTERS/Amir Kholousi)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemimpin tertinggi Iran yang baru, Mojtaba Khamenei, tiba-tiba muncul dalam pesan tertulis terbarunya, Kamis malam waktu setempat di television pemerintah. Ia memberi pesan di tengah pembicaraan gencatan senjata yang akan dilakukan Amerika Serikat (AS) dan Iran di Islamabad, Pakistan, Jumat (10/4/2026).

Ia menegaskan bahwa Republik Islam Iran tidak menginginkan perang dengan AS dan Israel. Tetapi, tulisnya, negeri itu akan melindungi hak-haknya sebagai sebuah bangsa.

"Kami tidak menginginkan perang dan kami tidak menginginkannya," katanya dalam pesan yang dibacakan jurnalis setempat, beberapa minggu setelah ayahnya Ayatollah Ali Khamenei terbunuh dalam serangan AS dan Israel 28 Februari, hari pertama perang.

"Tetapi kami tidak akan melepaskan hak-hak sah kami dalam keadaan apa pun, dan dalam hal ini, kami menganggap seluruh front perlawanan sebagai satu kesatuan," tambahnya, yang tampaknya merujuk pada Lebanon di mana Israel berperang dengan sekutu Teheran, Hizbullah.

Sebelumnya, Selasa lalu, AS dan Iran menyetujui gencatan senjata selama dua minggu. Ini setelah ancaman "pemusnahan peradaban" dilontarkan Presiden AS Donald Trump akhir pekan.

Meski begitu, pembicaraan baru akan dimulai di Pakistan hari ini. Pakistan menjadi mediator yang membawa 10 syarat perdamaian Iran ke AS, mulai dari pengelolaan Selat Hormuz, penghentian perang tak hanya di Iran tapi juga wilayah lain seperti Lebanon hingga Yaman, serta hak pengelolaan uranium.

Gencatan senjata ini amat rapuh, apalagi setelah Israel menyerang Lebanon usai pengumuman gencatan senjata. Mengutip AFP, serangan yang dilaksanakan serentak ke 100 titik itu menewaskan 303 orang dan melukai 1.150 orang lainnya.

Sejumlah negara mengecam keras Israel seperti China dan Prancis. Beberapa meneriakkan pentingnya Lebanon masuk dalam klausul gencatan senjata.

AS sendiri akan memfasilitasi pembicaraan Israel dan Lebanon pekan depan. Pengumuman itu datang ketika Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu memerintahkan para menterinya untuk mencari pembicaraan langsung dengan Lebanon yang berfokus pada pelucutan senjata Hizbullah, proksi yang didukung Iran.

Sementara itu, Khamenei dalam kesempatan yang sama juga mengatakan kepada warga Iran bahwa mereka "tidak boleh membayangkan bahwa turun ke jalan tidak lagi diperlukan". Pengumuman gencatan senjata telah dilakukan tidak boleh menurunkan semangat nasionalisme.

"Suara Anda di ruang publik tidak diragukan lagi berpengaruh pada hasil negosiasi," katanya, menurut pesan yang disiarkan di televisi pemerintah.

Perlu diketahui, Mojtaba Khamenei, yang kemungkinan terluka dalam serangan yang menewaskan ayahnya, masih belum terlihat di depan umum sejak pengangkatannya sebagai pemimpin. Ia telah mengeluarkan pernyataan tertulis, sebagian besar dibacakan oleh presenter di televisi pemerintah.

Presiden AS Donald Trump bahkan berspekulasi bahwa ia mungkin telah meninggal. Tetapi televisi pemerintah Iran mengatakan ia sedang pulih dari luka-lukanya dan memposting foto-fotonya, tanpa menyebutkan kapan foto-foto itu diambil.

(sef/sef) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Siapa Mojtaba Khamenei, Calon Kuat Pemimpin Tertinggi Baru Iran?


Most Popular
Features