MARKET DATA
Internasional

Sibuk Bom Iran, Malapetaka Malah Guncang AS: California Jadi 'Neraka'

tps,  CNBC Indonesia
06 April 2026 10:03
Rekaman udara dari KMGH, afiliasi ABC News setempat, menunjukkan banyak kendaraan darurat mengelilingi lokasi kejadian sementara petugas pemadam kebakaran di atas tangga menara menyemprotkan air ke kobaran api. (Via Reuters)
Foto: Ilustrasi (Via Reuters)

Jakarta, CNBC Indonesia - Kebakaran hutan hebat yang membawa kepulan asap tebal melanda wilayah California Selatan, Amerika Serikat (AS) sejak akhir pekan. Ini memicu perintah evakuasi massal bagi penduduk setempat.

Mengutip Daily Herald, Senin (6/4/2026), kebakaran yang dikenal dengan nama Springs Fire ini telah menghanguskan lahan seluas kurang lebih 6,3 mil persegi di Riverside County atau sekitar 64 mil di sebelah timur Los Angeles. Api mulai berkobar sejak hari Jumat dan terus mengancam pemukiman di wilayah yang merupakan area rekreasi padat penduduk di dekat kota Moreno Valley.

Lokasi kebakaran yang berada di wilayah Riverside County tersebut tercatat memiliki populasi sekitar 200.000 jiwa. Ini membuat otoritas setempat sempat berada dalam kondisi siaga tinggi.


Bagaimana kronologinya?

Terjangan si jago merah ini dipicu oleh angin Santa Ana yang sangat kuat dengan kecepatan hembusan yang diprediksi mencapai 45 mph atau sekitar 72 kpj. Meski demikian, kondisi cuaca dilaporkan mulai sedikit melandai yang memberikan ruang bagi petugas untuk menahan laju penyebaran api agar tidak semakin meluas ke area lainnya.

Spesialis Informasi Keselamatan Publik untuk Departemen Pemadam Kebakaran Riverside County, Terra Fernandez, menyatakan bahwa Springs Fire sudah tidak lagi meluas dan setidaknya 75% telah berhasil dikendalikan pada hari Sabtu. Angka ini menunjukkan kemajuan signifikan dibandingkan pada hari Jumat yang baru mencapai 25% tingkat pengendaliannya.

Fernandez mengungkapkan bahwa angin sudah sedikit mereda sejak Jumat, yang sangat membantu upaya kru pemadam kebakaran di lapangan. Selain itu, keberadaan jalur berkuda alami di sekitar area tersebut juga membantu petugas pemadam kebakaran untuk mendapatkan akses ke titik api dan membangun garis pertahanan yang efektif di sekitar perimeter kebakaran.

Hingga laporan terakhir diterima, otoritas memastikan bahwa belum ada struktur bangunan yang mengalami kerusakan atau hancur akibat amukan api tersebut. Fernandez pun menegaskan bahwa situasi saat ini sudah jauh lebih kondusif dibandingkan saat api pertama kali berkobar hebat di hari sebelumnya.

"Ini sudah cukup terkendali," ujar Fernandez memberikan keterangan mengenai status terkini kebakaran tersebut.

Melihat kondisi yang mulai stabil, pejabat pemadam kebakaran juga mulai mencabut perintah evakuasi untuk sebagian besar lingkungan pada Sabtu pagi. Fernandez menambahkan bahwa dirinya memperkirakan sisa perintah evakuasi bagi warga lainnya akan dicabut sepenuhnya pada akhir hari tersebut.

Meski demikian, sejumlah kecil zona di kabupaten tersebut masih berada di bawah perintah evakuasi wajib hingga Sabtu siang. Hingga saat ini, belum diketahui secara pasti berapa jumlah rumah tangga yang terdampak langsung oleh perintah pengosongan lahan tersebut selama masa darurat berlangsung.

Upaya pemadaman dilakukan secara masif sejak Sabtu dini hari dengan mengerahkan bantuan udara untuk menjatuhkan air dan cairan penghambat api (retardant) di seluruh area kebakaran. Sebanyak 260 personel dikerahkan untuk menjinakkan api, termasuk kru dari seluruh wilayah yang bertugas membangun serta memperkuat garis pertahanan dan menggelar selang air.

Pihak Cal Fire kemudian mencatatkan bahwa tingkat pengendalian api telah mencapai 95% pada hari Minggu. Hingga saat ini, penyebab pasti dari munculnya titik api yang memicu kebakaran hebat Springs Fire tersebut masih dalam proses penyelidikan oleh pihak berwenang.

(tps/tps) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Ribuan Hektar Hutan Terbakar, 15 Rumah Ikut Dilalap Api


Most Popular
Features