MARKET DATA

Neraca Dagang RI Surplus 70 Bulan Beruntun, Ini Pemicunya!

Zahwa Madjid,  CNBC Indonesia
01 April 2026 11:44
Truk-truk mengangkut kontainer pengiriman di Terminal ICD Uiwang di Uiwang, Korea Selatan, 13 Maret 2026. (REUTERS/Kim Hong-Ji)
Foto: Truk-truk mengangkut kontainer pengiriman di Terminal ICD Uiwang di Uiwang, Korea Selatan, 13 Maret 2026. (REUTERS/Kim Hong-Ji)

Jakarta, CNBC Indonesia - Indonesia berhasil menorehkan surplus neraca perdagangan 70 bulan beruntun pada Februari 2026, setelah surplus ekspor impor itu terjadi secara konsisten sejak Mei 2020.

Pada Februari 2026, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, surplus neraca perdagangan masih tercatat senilai US$ 1,27 miliar, karena nilai ekspor mampu menjulang ke level US$ 22,17 miliar, sedangkan impor US$ 20,89 miliar.

Surplus ini pun naik dibanding dengan catatan pada Januari 2026 yang hanya sebesar US$ 960 miliar.

"Pada Februari 2026 mencatat surplus US$ 1,27 miliar. Surplus selama 70 bulan berturut-turut sejak Mei 2020," kata Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono dalam konferensi pers, Rabu (1/4/2026).

Berdasarkan data BPS, surplus neraca perdagangan ini disumbang oleh produk non migas yang mampu surplus US$2,19 miliar dengan komoditas penyumbang di antaranya lemak dan minyak hewan nabati, bahan bakar mineral, serta besi dan baja.

Sedangkan untuk produk migas tercatat masih defisit US$ 920 miliar, dengan beberapa komoditas penyumbang defisit terbesar dari minyak mentah, hasil minyak, serta gas.

(arj/mij) Add as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Breaking! Neraca Dagang RI Surplus US$ 2,66 M di November 2025


Most Popular
Features