MARKET DATA
Internasional

Dubes Saudi: Hanya 15% Rudal Iran Mengarah ke Israel, Sisanya ke Arab

tps,  CNBC Indonesia
26 March 2026 21:30
Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia, Faisal Abdulah H. Amodi. (CNBC Indonesia/Tommy Patrio Sorongan)
Foto: Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia, Faisal Abdulah H. Amodi. (CNBC Indonesia/Tommy Patrio Sorongan)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah Arab Saudi melontarkan kecaman keras terhadap Iran menyusul eskalasi serangan yang melanda kawasan Timur Tengah. Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia, Faisal Abdulah H. Amodi, mengungkapkan fakta mengejutkan mengenai arah serangan proyektil yang diluncurkan oleh Negeri Para Mullah tersebut.

Dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (26/3/2026), Amodi menegaskan bahwa klaim Iran yang menargetkan Israel tidak sesuai dengan realitas di lapangan. Ia menyebut mayoritas rudal justru jatuh di wilayah negara-negara Muslim tetangganya.

"Dari seluruh rudal Iran, hanya 15% yang mengarah ke Israel. Sisanya, 85% meluncur ke negara-negara Muslim tetangganya di kawasan," ucapnya.

Amodi membeberkan bahwa serangan ini telah direncanakan sebelumnya untuk mendestabilisasi kawasan. Menurutnya, tindakan tersebut merupakan pelanggaran hukum internasional yang sangat nyata.

Riyadh mengaku telah mengupayakan jalur diplomasi, namun Iran dinilai tetap memilih jalan kekerasan. Hal ini mengakibatkan hilangnya kepercayaan negara-negara kawasan terhadap Teheran.

"Serangan ini sudah direncanakan sebelumnya. Tindakan ini merefleksikan niatan Iran untuk melakukan pelanggaran hukum internasional serta destabilisasi di kawasan Timur Tengah dan negara Islam," ujarnya.

"Tindakan ini telah menimbulkan ketidakpercayaan negara kawasan kepada Iran. Serangan ini akan berakibat fatal, Iran akan terus terisolir."

Serangan tersebut dilaporkan telah menghantam sasaran sipil dan fasilitas vital di Arab Saudi serta negara Teluk lainnya. Insiden ini bahkan menewaskan ekspatriat yang bekerja di fasilitas kilang dan pengeboran minyak.

Amodi juga membantah alasan Iran yang mengaku hanya menyerang pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan. Ia menjelaskan bahwa pangkalan tersebut hanya berfungsi untuk memerangi ISIS dan kelompok teroris.

Tindakan Iran di sekitar Selat Hormuz dianggap sangat sembrono karena mengancam urat nadi logistik dunia. Amodi memperingatkan bahwa jika aksi ini tidak dihentikan, harga minyak global akan terus melonjak naik.

"Apabila Iran tidak menghentikan tindakannya, saya yakin harga minyak dunia akan terus melonjak naik," tandasnya

(tps/luc) Add as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Trump Terang-terangan Ingin Segera Rudal Iran, Teheran Respons Begini


Most Popular
Features