MARKET DATA
Internasional

Sempat Batal Gegara Perang Iran, Trump Jadi Temui Xi Jinping di China

Tfa,  CNBC Indonesia
26 March 2026 14:42
Presiden AS Donald Trump dan Presiden Tiongkok Xi Jinping saat mengadakan pertemuan bilateral di Bandara Internasional Gimhae, di sela-sela KTT Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik (APEC), di Busan, Korea Selatan, 30 Oktober 2025. REUTERS/Evelyn Hockstein
Foto: Presiden AS Donald Trump dan Presiden Tiongkok Xi Jinping saat mengadakan pertemuan bilateral di Bandara Internasional Gimhae, di sela-sela KTT Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik (APEC), di Busan, Korea Selatan, 30 Oktober 2025. REUTERS/Evelyn Hockstein

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dijadwalkan bertemu Presiden China Xi Jinping pada 14-15 Mei 2026 dalam kunjungan ke Beijing. Agenda tersebut mundur dari jadwal awal akibat eskalasi perang Iran yang menyita perhatian Washington.

Trump mengonfirmasi perubahan jadwal itu melalui unggahan di Truth Social pada Rabu. Ia juga menyebut akan menjamu Xi dalam kunjungan balasan ke Washington pada akhir tahun ini.

"Perwakilan kami sedang menyelesaikan persiapan untuk kunjungan bersejarah ini. Saya sangat menantikan untuk menghabiskan waktu bersama Presiden Xi dalam apa yang saya yakin akan menjadi peristiwa monumental," tulis Trump, seperti dikutip The Guardian, Kamis (26/3/2026).

Pihak Kedutaan Besar China belum memberikan rincian terkait agenda tersebut. Pemerintah Beijing umumnya baru mengumumkan jadwal perjalanan Xi beberapa hari sebelum kunjungan berlangsung.

Kunjungan ini menjadi yang pertama oleh presiden AS ke China dalam delapan tahun terakhir, sejak lawatan Trump pada 2017. Pertemuan mendatang juga akan menjadi tatap muka lanjutan setelah keduanya bertemu di Korea Selatan pada Oktober lalu dan menyepakati gencatan senjata dalam konflik dagang.

Namun, rencana diplomasi ini tak lepas dari berbagai dinamika global. Selain perang Iran, kebijakan dalam negeri AS turut memengaruhi posisi negosiasi Washington. Pada Februari lalu, Mahkamah Agung AS membatasi kewenangan presiden dalam menetapkan tarif, yang selama ini menjadi instrumen penting Trump dalam menghadapi mitra dagang utama, termasuk China.

Di sisi lain, operasi militer gabungan AS dan Israel terhadap Iran sejak 28 Februari menambah ketegangan dengan Beijing. China merupakan salah satu pembeli utama minyak Iran dan memiliki kepentingan strategis di kawasan tersebut.

Selama kunjungan dua hari di Beijing, kedua pemimpin diperkirakan membahas kerja sama perdagangan, termasuk sektor pertanian dan komponen pesawat. Meski demikian, isu sensitif seperti Taiwan diprediksi tetap menjadi ganjalan utama.

Trump dalam masa jabatan keduanya diketahui meningkatkan penjualan senjata ke Taiwan, langkah yang memicu protes keras dari China yang mengklaim wilayah tersebut.

Belum jelas apakah konflik Iran akan mereda sebelum pertemuan berlangsung. Trump sebelumnya meminta dukungan negara-negara konsumen minyak besar, termasuk China, untuk menghadapi potensi penutupan Selat Hormuz oleh Iran. Namun, permintaan tersebut belum mendapat respons langsung dari Beijing.

(tfa/luc) Add as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Panas! Bomber China Dekati Taiwan Jelang Pertemuan Trump-Xi Jinping


Most Popular
Features