Menhub Dudy menyampaikan diperkirakan puncak arus balik angkutan darat tidak hanya terjadi pada 24–25 Maret (gelombang I) saja, tetapi juga berpotensi kembali meningkat pada 28–29 Maret (gelombang II). Hal ini seiring dengan adanya pekerja yang memanfaatkan kebijakan flexible working arrangement (FWA) sebagaimana imbauan pemerintah. “Ada masyarakat yang menggunakan FWA sebagaimana yang kita imbau, supaya mereka bisa merencanakan perjalanan dengan baik, sehingga kita juga dapat mendistribusikan pengangkutan Lebaran dengan baik. Bisa kita lihat dari jalan tol yang tidak terlalu padat, kemudian tadi arusnya masuk perlahan-lahan, itu menunjukkan bahwa situasi ini berjalan sudah lebih baik,” ujar Menhub Dudy. (Chris - BKIP Kemenhub)