MARKET DATA

Diancam Trump, Iran Mau Tutup Selat Hormuz & Bikin AS Tanpa Listrik

Arrijal Rachman,  CNBC Indonesia
23 March 2026 08:10
Ilustrasi ini, yang diambil pada 22 Juni 2025, menampilkan peta yang menunjukkan Selat Hormuz dan Iran. (REUTERS/Dado Ruvic)
Foto: Ilustrasi ini, yang diambil pada 22 Juni 2025, menampilkan peta yang menunjukkan Selat Hormuz dan Iran. (REUTERS/Dado Ruvic)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintahan Iran enggan tunduk terhadap ancaman Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, yang menyatakan akan membuat negara bangsa Arya itu hidup tanpa listrik bila tak kunjung menyudahi ancaman serangan di Selat Hormuz, salah satu jalur utama perdagangan migas dunia.

Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) menyatakan justru akan menutup sepenuhnya Selat Hormuz jika Trump melaksanakan ancamannya itu dengan menargetkan fasilitas energi Iran.

"Iran akan menutup sepenuhnya Selat Hormuz yang strategis jika Presiden AS Trump melaksanakan ancaman untuk menargetkan fasilitas energi Iran, kata Garda Revolusi negara itu dalam sebuah pernyataan pada hari Minggu," sebagaimana dilansir Reuters, Senin (23/3/2026).

Dalam pernyataan mereka pada Minggu itu, Garda Revolusi Iran juga memastikan bahwa perusahaan-perusahaan dengan saham AS di kawasan Timur Tengah akan 'dihancurkan sepenuhnya' jika fasilitas energi Iran menjadi sasaran Washington, dan fasilitas energi di negara-negara yang menjadi tuan rumah pangkalan AS akan menjadi sasaran.

Sementara itu, dalam informasi lanjutan yang diungkap oleh akun X The Kobeissi Letter, serangan terhadap berbagai perusahaan AS di Timur Tengah itu termasuk fasilitas energi, IT, dan desalinasi air.

Dikabarkan pula bahwa Komandan militer senior Iran telah menegaskan strategi militer negara itu telah bergeser dari defensif ke ofensif. Pejabat Iran juga disebut telah mengatakan negara itu memiliki cadangan komoditas penting yang cukup untuk bertahan hingga satu tahun.

Sebagaimana diketahui, Trump mengancam akan "menghancurkan" pembangkit listrik Iran jika Teheran tidak segera membuka kembali jalur Selat Hormuz dalam waktu 48 jam setelah ia sempat berbicara soal kemungkinan meredakan konflik.

"Jika Iran tidak SEPENUHNYA MEMBUKA, TANPA ANCAMAN, Selat Hormuz, dalam waktu 48 JAM terhitung dari saat ini, Amerika Serikat akan menyerang dan menghancurkan berbagai Pembangkit Listrik mereka, DIMULAI DARI YANG TERBESAR TERLEBIH DAHULU!," tulis Trump dalam media sosialnya pada Sabtu.

(ayh/ayh) Add as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Selat Hormuz Membara, Trump Jualan Asuransi untuk Kapal yang Melintas


Most Popular
Features