Tayangan drone memperlihatkan lubang di lingkungan perumahan di Arad, Israel selatan, Minggu (22/3/2026), setelah serangan rudal Iran semalam melukai puluhan warga di tengah konflik AS-Israel dengan Iran. Dua kota di wilayah selatan Israel dilaporkan dihantam rudal pada Sabtu, menyebabkan lebih dari 100 orang terluka setelah sistem pertahanan udara gagal mencegat proyektil yang masuk. (REUTERS/Dedi Hayun)
Serangan tersebut memicu kerusakan luas pada kawasan permukiman dan meningkatkan kekhawatiran atas efektivitas perlindungan udara negara itu. (REUTERS/Ronen Zvulun)
Layanan tanggap darurat Magen David Adom menyatakan bahwa 84 orang terluka di Arad, dengan 10 di antaranya dalam kondisi serius. Serangan itu terjadi beberapa jam setelah 33 orang lainnya terluka di kota Dimona yang berada di dekatnya. (REUTERS/Ilan Assayag)
Televisi pemerintah Iran menyebut serangan rudal ke Dimona sebagai “respons” terhadap serangan sebelumnya pada fasilitas nuklirnya di Natanz. Dimona sendiri diketahui menjadi lokasi fasilitas nuklir yang diyakini memiliki satu-satunya persenjataan nuklir di Timur Tengah, meskipun Israel tidak pernah secara resmi mengakui kepemilikan senjata nuklir tersebut. (REUTERS/Ilan Assayag)
Petugas pemadam kebakaran mengatakan bahwa di kedua kota tersebut, sistem pencegat sempat diluncurkan namun gagal mengenai target. (REUTERS/Ilan Assayag)
“Di kedua Dimona dan Arad, pencegat diluncurkan namun gagal mengenai ancaman, yang mengakibatkan dua serangan langsung oleh rudal balistik dengan hulu ledak seberat ratusan kilogram,” kata mereka. Militer Israel menyatakan akan menyelidiki kegagalan tersebut. (REUTERS/Ilan Assayag)