MARKET DATA

Hashim Sebut Banyak Kawasan Kumuh di RI, Penyakit TBC Makin Merajalela

Emir Yanwardhana,  CNBC Indonesia
16 March 2026 16:10
Utusan Khusus Presiden RI Bidang Iklim dan Energi, Hashim Djojohadikusumo menyampaikan paparan dalam DBS Asian Insights Conference di Jakarta, Rabu (21/5/2025). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)
Foto: Utusan Khusus Presiden RI Bidang Iklim dan Energi, Hashim Djojohadikusumo menyampaikan paparan dalam DBS Asian Insights Conference di Jakarta, Rabu (21/5/2025). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Jakarta, CNBC Indonesia - Ketua Satuan Tugas Perumahan Hashim Djojohadikusumo mengatakan bahwa masih banyak masyarakat Indonesia yang masih belum memiliki rumah layak. Bahkan kondisi di kawasan kumuh itu bahkan menjadi penyebab masih banyaknya penyakit Tuberculosis (TBC) yang diidap masyarakat Indonesia.

Menurut Hashim Indonesia menempati urutan kedua, negara yang memiliki banyak penyebaran penyakit TBC, di bawah India. Selain itu menurutnya kawasan yang tidak sehat yang menjadi penyebab banyaknya kasus stunting.

"Kita sudah tahu bahwa Indonesia ini kita negara nomor dua terjelek dalam bidang kesehatan, terutama TBC paham nggak? hanya satu negara lebih buruk dari Indonesia itu India, dari segi prevalensi," kata Hashim, saat peresmian peresmian pembangunan hunian vertikal di Stasiun Manggarai, Jakarta, Senin (16/3/2026).

"Penyakit paru-paru itu diakibatkan apa? diakibatkan bahasa TBC perumahan yang berdekatan di tempat kumuh slums (Daerah Kumuh), slums di Indonesia itu menyebabkan anak-anak kita banyak mengidap TBC," kata Hashim.

Banyaknya pengidap penyakit TBC ini juga dikonfirmasi oleh Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, melalui program cek kesehatan gratis yang digencarkan.

"Pak check up gratis ini pemeriksaan kesehatan gratis sudah dinikmati 72 juta rakyat yang selama ini tidak mampu cek up gratis, dan ternyata saya dengar dari pak Menteri Kesehatan dan Wakil Menteri Kesehatan berdua-dua menyatakan memang betul banyak anak kita mengidap TBC. Ini malapetaka bagi bangsa Indonesia," katanya.

Menurutnya permasalahan lingkungan ini mengganggu tumbuh kembang anak. Hal itu juga berpengaruh pada capaian akademis siswa - siswi di sekolah.

(hoi/hoi) Add as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Simsalabim! Menteri PU Tata 7 Kawasan RI Rp 341,24 M-Dibangun Jadi Ini


Most Popular
Features