Kapolri Ungkap Tanggal Neraka Mudik dan Balik, Awas Kena Macet!
Jakarta, CNBC Indonesia - Kepala Kepolisian RI (Kapolri) Listyo Sigit Prabowo membeberkan puncak arus mudik dan balik Lebaran Idul Fitri 1447 H atau 2026.
Listyo mengatakan pada Lebaran 2026, akan ada dua gelombang puncak arus mudik dan balik. Untuk puncak arus mudik gelombang pertama, Ia mengatakan akan terjadi pada 14 - 15 Maret 2026. Sedangkan puncak arus mudik gelombang kedua bakal terjadi 18 - 19 Maret 2026.
"Prediksi puncak arus mudik pertama yaitu 14 dan 15 Maret 2026, sedangkan prediksi puncak arus mudik kedua adalah 18 sampai dengan 19 Maret 2026," kata Listyo dalam paparannya di Sidang Kabinet Paripurna, Jumat (13/3/2026).
Sementara untuk puncak arus balik pertama bakal terjadi pada 24 - 25 Maret 2026 dan puncak arus balik kedua diprediksi terjadi pada 28 - 29 Maret 2026.
"Sementara untuk prediksi puncak arus balik pertama adalah 24 sampai dengan 25 Maret 2026, sedangkan prediksi puncak arus balik kedua yaitu pada 28 - 29 Maret 2026," lanjutnya.
Oleh karena itu, pihaknya sudah menyiapkan berbagai rekayasa lalu lintas agar tidak terjadi penumpukan di beberapa lokasi, di mana salah satunya yakni rekayasa dalam bentuk ganjil-genap, contraflow dan one way di Tol Trans Jawa, mulai dari Tol Jakarta-Cikampek (Japek) KM 70 hingga Tol Semarang Solo di KM 421.
"Kami siapkan sistem rekayasa mulai dari one way, contraflow sampai dengan sistem ganjil-genap, termasuk pengaturan di wilayah penyeberangan, yang tadi disampaikan ada sistem delaying system, kemudian buffer zone, dan juga sistem penjualan tiket secara online, dan juga sistem push-in," jelas Listyo.
Selain itu, pihaknya juga telah menginisiasi surat keputusan Bersama (SKB) terkait pembatasan truk bersumbu tiga atau lebih, dikecualikan truk untuk sembako, bahan pangan, dan BBM.
"Telah dilaksanakan pembuatan surat kesepakatan bersama untuk mengatur agar arus mudik maupun arus balik ini bisa kita kelola dengan baik. Mulai dari pembatasan operasional angkutan barang, perhari ini kita sudah melaksanakan pengaturannya," ungkapnya.
(chd/wur) Addsource on Google [Gambas:Video CNBC]